Makro

PHE ONWJ Percepat Pengeboran Untuk Hentikan Gelembung Gas
AL | Senin,12 Agus 2019 - 15:14:05 WIB | dibaca: 74 pembaca

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - PT Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ) memepercepat pengeboran relief well (sumur YYA-1 RW) untuk menghentikan gelembung gas yang terjadi di sekitar sumur YYA-1. Hingga saat ini, pengeboran yang dilakukan sejak 1 Agustus 2019 telah mencapai kedalaman 1.464 meter atau lebih dari 4.000 kaki dari target 2.765 meter atau sekitar 9.000 kaki.

"Pengeboran relief well alias sumur baru (YYA-1RW) untuk menginjeksikan fluida berupa lumpur berat agar sumur YYA-1 bisa ditutup permanen," ujar VP Relation PHE ONWJ, Ifki Sukarya di Jakarta, Senin (12/8).

Ifki menjelaskan, saat ini pengeboran relief well dilakukan dengan melakukan pemasangan casing dengan diameter 17-1/2.  PHE ONWJ berhasil mempercepat tajak pengeboran Relief Well YYA-1RW sebagai upaya menghentikan gelembung gas setelah melakukan survei selama satu minggu untuk menentukan titik sumur dan penempatan rig. Rig ini berdiri sekitar 1 kilometer dari anjungan YY, tempat sumur YYA-1 berada.

Pengeboran sumur telah dimulai pada Kamis (1/8) pukl 14.00 WIBatau dua hari lebih cepat dari jadwal semula. Rig Jack Up Soehanah sudah berada di sekitar lokasi relief well YYA-1RW pada tanggal 27 Juli 2019. Ifki menambahkan,  legiatan mobilisasi rig ini dilakukan bersamaan dengan dilakukannya survey geohazard dan geotechnical,sehingga tidak ada waktu tunggu

Proses pre load bisa langsung dilakukan setelah Marine Survey Waranty diperoleh. Sedangkan beberapa pekerjaan persiapan bisa dilakukan secara simultan sehingga dapat mempercepat waktu tajak dua hari dari rencana awal.

"PHE ONWJ berupaya optimal menahan tumpahan minyak tidak melebar ke perairan yang lebih luas dengan melakukan strategi proteksi berlapis di sekitar anjungan dan mengejar, melokalisasi, serta menyedot ceceran minyak yang melewati batas sabuk oil boom di sekitar anjungan," kata Ifki. (red/ist)

Berita Lainnya
.

KPK Geledah Ruang Kerja I Nyoman Dhamantra Di Gedung DPR
Ajukan 40 Nama Menteri, OSO : Keputusan Ada Di Presiden
Pertemuan Gerindra Dan PPP Tidak Bicarakan Arah Koalisi
Pindahkan Ibu Kota, Jokowi Minta Izin ke Rakyat Indonesia
Jokowi: Indonesia Harus Siaga Hadapi Ancaman Kejahatan Siber