Papua

Briptu Heidar Tewas Akibat Ditembak KKB di Puncak
Hen | Selasa,13 Agus 2019 - 12:23:12 WIB | dibaca: 47 pembaca

Briptu Heidar, anggota Polda Papua yang gugur akibat ditembak oleh KKB di Kabupaten Puncak.foto.ist

Jayapura, CityPost - Penyebab kematian anggota Polda Papua, Briptu Heidar adalah akibat luka tembak yang dideritanya, sebelumnya, Heidar sempat sempat disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak, Papua, Senin (12/8) sekitar pukul 11.00 WIT.

"Memang benar Briptu Heidar meninggal karena ditembak, ada sejumlah luka tembak ditubuh korban," kata Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Rodja kepada wartawan di Jayapura, Selasa (13/8).

Jenazah almarhum Briptu Heidar sudah dievakuasi ke Timika dengan menggunakan pesawat Twin Otter milik Ribut Air.

Tewasnya Briptu Heidar berawal saat korban bersama Bripka Alfonso Wakum, Senin (12/8) sekitar pukul 11.00 WIT dengan mengendarai sepeda motor melintas di sekitar kampung Usir dekat kampung Mudidok.

Briptu Heidar ditemukan meninggal dunia pada Senin (12/8) pukul 17.30 WIT di sekitar lokasi yang sebelumnya di laporkan menjadi lokasi ia disandera oleh sekelompok orang.

Kejadian itu bermula Briptu Heidar berawal saat korban yang dibonceng Bripka Wakum naik sepeda motor dalam rangka melakukan penyelidikan dan saat berada di sekitar kampung Usir, dekat kampung Mudidok ada warga yang memanggil Briptu Heidar sehingga keduanya berhenti. Kemudian, Briptu Heidar mendatangi orang yang memanggilnya karena mengenal warga tersebut, sedangkan Bripka Wakum tetap di atas motornya. Namun tiba-tiba sekelompok warga membawa Briptu Heidar. Sedangkan, Bripka Wakum yang melihat insiden tersebut langsung melarikan diri dan melaporkan insiden yang dialaminya ke Polsek Ilaga. (Hen/ist)

Berita Lainnya
.

Sail Sabang 2017 Akan Diramaikan Ribuan Muslim Mancanegara
Serial `Tangled: The Series` Mulai Tayang 30 Juli
Vokalis Linkin Park, Chester Bennington Tewas Gantung Diri
Sebelum Meninggal, Chester Bennington Surati Chris Cornell
Biaya Pengkajian Pemindahan Ibu Kota Disetujui Rp 7 Miliar