Peristiwa

Cina Ungkap Potensi Terorisme Dalam Aksi Di Hongkong
RWS | Selasa,13 Agus 2019 - 14:26:21 WIB | dibaca: 51 pembaca

Para demonstran di Hong Kong/foto ist

CityPost – Pemerintah Cina kembali mencuatkan retorika terkait adanya potensi gejala terorisme yang muncul dalam serentetan aksi-aksi protes di Hong Kong yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan lamanya.

Menurut Cina, gejalan terorisme muncul ketika aksi protes berubah menjadi demonstrasi anti pemerintah dan adanya seruan penghukuman berat bagi para pelaku.

Pernyataan-pernyataan itu saat ini terus mencuat di Beijing, khususnya usai kebijakan Hong Kong pasca bentrokan antara aparat kepolisian dengan para demonstran dimana saat itu ribuan demonstran tengah memadati kawasan bandara internasional pada Senin (12/8) lalu hingga membatalkan semua penerbangan.

“Para demonstran radikal Hong Kong telah berulang kali menggunakan alat yang sangat berbahaya untuk menyerang petugas polisi, yang sudah merupakan kejahatan serius dengan kekerasan dan juga menunjukkan tanda-tanda pertama terorisme muncul,” ungkap juru bicara kantor urusan negara Hong Kong dan makao Negara Dewan, Yang Guang melalui konferensi pers di Beijing Senin lalu.

Guang mengatakan hal itu sebagai kecerobohan terkait penataan penertiban sosial yang malah membuat Hong Kong masuk dalam fase kritis.

“ini ceroboh menginjak aturan hukum Hong Kong dan ketertiban sosial. Hong Kong telah mencapai titik kritis,” tegas Guang.

Sementara itu, sejumlah ahli hukum Hong Kong menyebutkan bahwa deskripsi resmi tindakan beberapa demonstran sebagai sebuah tindakan terorisme yang dapat mengarah pada penggunaan undang-undang dan kekuatan anti teror yang luas untuk menghadapi para demonstran tersebut. (RWS/ist)

Berita Lainnya
.

Detroit Persembahkan Musik Mengenang Aretha Franklin
Kemenhub Bangun Fasilitas Transportasi di Halmahera Tengah
Jokowi Minta Bonus Medali Asian Games Segera Dicairkan
Menpora: Bonus Asian Games 2018 Akan Cair Pekan Depan
Menpora Upayakan Pencak Silat Tanding di Olimpiade 2020