Peristiwa

Oposisi Mengancam Bakal Membubarkan Parlemen Venezuela
RWS | Selasa,13 Agus 2019 - 14:41:45 WIB | dibaca: 38 pembaca

Guaido telah memperingatkan bahwa Maduro meluncurkan pengejaran massal para legislator anti pemerintah/foto ist Manaure Quintero via Reuters.

CityPost – Wacana terkait adanya rencana pembubaran parlemen Venezuela yang akan dilakukan oleh pihak oposisi negara itu saat ini sudah mencuat dan sampai ketelinga pihak pemerintah dibawah kendali Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Menyikapi masalah itu, Majelis Konstituante pro pemerintah Venezuela telah mengadakan pertemuan diluar jadwal pada Senin (12/8) kemarin untuk memperingatkan rencana oposisi yang sedang bersiap untuk mengumumkan pembubaran Majelis Nasional yang selama ini dikendalikan oleh kelompok oposisi.

Disebutkan, peringatan itu disampaikan langsung oleh pemimpin oposisi Juan Guaido yang mengatakan melalui sebuah rekaman video yang diterbitkan pada Minggu lalu bahwa pemerintah Presiden Nicolas Maduro berencana untuk mengadakan pemilihan awal dan membubarkan parlemen.

“Jika mereka melakukan apa yang mereka rencanakan, kita akan memiliki fase konflik yang lebih besar,” tegas Guaido melalui video yang dipublish melalui twitter seperti yang dilansir melalui AL Jazeera.

Sementara itu, Presiden Majelis Konstituante Diosdado Cabello saat ini telah mengkonfirmasi pada Minggu bahwa Majelis akan mengadakan pertemuan untuk sesi perdamaian.

Diketahui, Majelis Kostituante itu sendiri dibentuk pada 2017 yang secara luas dipandang sebagai tawaran Maduro untuk menghentikan Majelis Nasional, parlemen negara yang telah dilucuti kekuasaannya usai diduga bersumpah dilegislator yang pemilihannya tidak sah.

Majelis Nasional tetap sebagai benteng utama oposisi dengan Guaido yang terpilih sebagai presiden pada Januari. Namun pemilihan parlemen itu sendiri belum jatuh tempo sebelum akhir 2020 mendatang.

Guaido menegaskan pada Minggu lalu bahwa pemerintah sedang bersiap untuk menganiaya secara besar-besaran legislator di Majelis Nasional dengan menelanjangi mereka dari kekebalan parlementer mereka. Namun, pada Senin (12/8) kemarin pihak Mahkamah Agung meminta Majelis Konstituante untuk mencabut kekebalan tiga legislator terkait tuduhan termasuk pengkhianatan, Partai Sosialis yang berkuasa, seperti yang dikutip melalui Harian El Nacional. (RWS/ist)

Berita Lainnya
.

Jelang Asian Games, KLHK Giat Patroli Karhutla di 3 Provinsi
Wiranto Ingin Pelaku Persekusi di Area CFD Diproses Hukum
Ajarkan 10.000 Siswa, Gubernur Sulut Raih Penghargaan MURI
Rusia Gagal Blokir Telegram
Mike Pompeo Resmi Dilantik Jadi Menlu AS