Peristiwa

Uji Coba Rudal Rusia Tewaskan Lima Orang Insinyur
RWS | Selasa,13 Agus 2019 - 14:44:16 WIB | dibaca: 38 pembaca

Uji Coba rudal Rusia gagal, mesin roket meledak dan menewaskan lima orang insinyur/foto ist Dmitry Dub via EPA

CityPost – Proses uji coba mesin roket terbaru milik Rusia berubah menjadi malapetaka, mesin meledak dan menewaskan sebanyak lima orang insinyur hingga memicu kekhawatiran meluas terkait bahaya radiasi nuklir yang ditimbulkannya usai kegagalan tersebut.

Tragedi ini tengah memicu banyak simpati publik dan kecaman bahkan kritikan pedas terus mengalir, khususnya para aktivis lingkungan yang menyikapi efek  radiasi usai senjata-senjata nuklir diuji cobakan.

Ribuan orang yang bersimpati turut menghadiri pemakaman lima orang insinyur  yang tewas dalam tragedi tersebut. Mereka terbunuh oleh ledakan saat melakukan uji coba mesin roket baru. Tragedi inilah yang memicu akan kekhawatiran meluasnya efek radiasi dari nuklir itu.

Seperti yang dilansir melalui Al Jazeera, usai tragedi ledakan terjadi semua insinyur diistirahatkan pada Senin (12/8)kemarin di Sarov, sebuah lokasi penampungan dan pusat penelitian senjata nuklir utama milik Rusia.

Untuk menghormati mereka yang tewas dalam tragedi, pihak berwenang menyerukan pemasangan bendera setengah tiang di Kota yang berjarak 370 km arah timur dari Moskow.

Sebelumnya pihak Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim korban tewas dalam targedi ledakan itu sebanyak dua orang dan melukai enam orang lainnya. Namun, selama akhir pekan perusahaan energi nuklir Rosatom yang dikendalikan negara mengatakan ledakan telah menewaskan sebanyak lima orang pekerjanya dan melukai tiga lainnya. Hingga kini data korban lainnya masih dalam penelusuran.

Menurut Rosatom, ledakan terjadi ketika para insinyur sedang menguji sumber daya isotop nuklir yang akan digunakan pada mesin roket. Saat itu para korban sedang berada di platform laut untuk melakukan pengujian mesin roket dan terlempar kelaut saat mesin itu meledak.

Direktur Rosatom Alexei Likhachev menyebutkan bahwa mereka yang tewas merupakan pahlawan sejati dan kebanggaan negara Rusia.

Sementara itu, otoritas lokal di Severodvinsk mengatakan bahwa diwilayah yang berpenduduk 183.000 jiwa itu ada lonjakan singkat tingkat radiasi usai ledakan terjadi namun disebutkan tidak sampai menimbulkan bahaya kesehatan. Berbeda dengan pihak pemerintah melalui Kementerian Pertahanan yang mengklaim tidak ada radiasi usai ledakan terjadi. (RWS/ist)

Berita Lainnya
.

Rumah Bella Twilight Bisa Disewa Melalui Airbnb
BIRD Hotel and Residences Tawarkan Promo Kemerdekaan
Mahasiswa UNY Olah Krokot Jadi Krim Wajah Anti-Aging
Sambut Idul Adha, Anies Sosialisasi Besek Ramah Lingkungan
Anies Targetkan Integrasi Moda Transportasi Massal