Teknologi

Pengamat: Konten Digital Cukup Diawasi UU ITE-Pornografi
GRY | Selasa,13 Agus 2019 - 16:36:01 WIB | dibaca: 34 pembaca

Maman Suherman/foto ist

Jakarta, CityPost - Pengamat sosial Maman Suherman menganggap Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tdak berhak mengawasi konten media streaming Netflix, YouTube, maupun layanan lain yang sejenis.

"KPI itu amanatnya mengawasi televisi dan radio frekuensi publik. Di (ranah) situ, bukan di (ranah) broadband seperti Netflix dan YouTube," kata Maman di Jakarta, Senin (12/8).

Menurut pria yang akrab disapa dengan Kang Maman, amanat yang diberikan kepada KPI hanya untuk mengawasi konten free to air yang menggunakan frekuensi publik.

"Saya cuma mau bilang, (konten) radio dan televisi saja PR-nya masih banyak. (KPI) tidak usah terlalu luas (pengawasannya)," katanya.

Pengawasan konten digital seperti Netflix, YouTube, atau layanan sejenisnya, menurut Maman, harus dengan undang-undang yang lain dan bukan dengan Undang-Undang Penyiaran.

"Bukan KPI yang punya hak masuk ke situ (konten digital). (Tapi,) lembaga lain. Katanya, KPI mau masuk (pengawasan) ke situ (konten digital). Menurut saya, (langkah itu) kurang tepat," katanya.

Berbeda dengan lembaga penyiaran free to air televisi ataupun radio, aplikasi seperti Netflix ataupun Youtube memiliki aturan layanan yang lebih rinci mencakup batasan umur penonton, setelan dan kendali orang tua, serta aturan lain.

Maman menilai layanan konten digital seperti Netflix ataupun Youtube cukup diawasi atau ditindak menggunakan undang-undang lain seperti Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, ataupun Undang-Undang Pornografi.

"Kalau KPI tiba-tiba masuk ke sana (layanan digital), buat saya cuma satu. KPI sedang menciptakan wacana ruang kekuasaannya. Menurut saya, masih banyak konten radio dan televisi yang harus diawasi dan dibina," ujar Maman. (GRY/ist)


Berita Lainnya
.

Wanita Penyebar Hoax Gempa Besar di Pekanbaru Ditangkap
KPK Amankan Wali Kota Pasuruan
TPDI Laporkan Prabowo dan Fadli Zon ke Bareskrim Polri
Setnov Dijanjikan Dapat USD 6 Juta Dari Proyek PLTU Riau-1
Nama Agung Akan Diabadikan di Sekolah Penerbangan