Umum

Wilayah Gunung Mas, Calon Ibu Kota Negara Bebas Kabut Asap
RWS | Selasa,13 Agus 2019 - 18:50:47 WIB | dibaca: 97 pembaca

ilustrasi gambar.foto.ist

Gunung Mas, CityPost - Salah satu wilayah di Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas yang dicalonkan menjadi ibu kota negara bebas dari kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Hari ini kami dapati udara sangat segar dan tak nampak pula kabut asap yang menyelimuti,"t; kata Ketua Tim Percepatan Pembangunan Kalteng Berkah Laksamana (Purn) Dr Marsetio di sela kunjungan Kecamatan Manuhing, Gunung Mas, Selasa (13/8).

Selain mendapati udara yang bebas asap, warga di sana juga menggunakan air PDAM dan air dari sumur bor atau air tanah sebagai sumber air baku untuk aktivitas sehari-hari. Dalam kunjungan itu,  Marsetio datang bersama anggotanya yaitu Berkah Bulkani dan Wahyudi, meteka mendampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalteng

Bulkani menjelaskan bahwa sejumlah poin penting yang ingin didapatkan pihaknya dalm kunjungan ini adalah memastikan kesiapan dari berbagai sektor, seperti lahan, sosiologis, hingga potensi daya dukung wilayah. Pihaknya juga membutuh informasi yang pasti terkait upaya Pemkab Gunung Mas dan Kecamatan Manuhing dalam sosialisasi agar masyarakat tidak terkejut dengan adanya wacana pemindahan ibu kota negara.

Pada kesempatan ini, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Gunung Mas, Salampak yang didampingi Camat Manuhing Sugiarto menyampaikan bahwa di daerah tersebut jarang terjadi karhutla.

"Jika pun ada (karhulta) hanya dalam skala kecil dan bisa langsung ditangani. Sementara untuk air baku sendiri selain adanya sungai, air tanah di sini juga mudah didapat termasuk seperti saat kemarau seperti ini ini, "kata Salampak yang didampingi pihak Polsek dan Koramil Manuhing.

Salampak menambahkan, secara umum kondisi warga di daerah Gunung Mas homogen berkat adanya program transmigrasi, kondisi udara di wilayah Kecamatan Manuhing cenderung sehat. Tak nampak kabut asap ataupun aroma kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, kondisi air tanah yang ditunjukkan dan diambil sampel dari Puskesdes pembantu di wilayah setepat terpantau jernih dan tidak berbau.

Tim Percepatan Pembangunan Kalteng Berkah juga telah mengambil sampel air untuk ditetiti agar dapat  melihat kondisi air tanah di kawasan tersebut lebih lanjut. (RWS/ist)

Berita Lainnya
.

Cegah Politik Uang Merajalela di Munaslub Golkar, Komite Etik Diminta Bekerja Maksimal
Singapura klarifikasi soal perjanjian ekstradisi dengan RI
Mau Menumpang Mobil Otonom Google?
Tandatangani Kontrak 2 Tahun, Vinales Resmi Bergabung dengan Yamaha
Gadis 16 Tahun Diperkosa 113 Pria, Termasuk Polisi, Selama 2 Tahun