Hukum

Kivlan Zen Gugat Wiranto 1 T Terkait Pam Swakarsa 1998
RWS | Selasa,13 Agus 2019 - 21:52:14 WIB | dibaca: 74 pembaca

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen melayangkan gugatan senilai hampir Rp 1 triliun kepada Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto senilai hampir Rp 1 triliun terkait pembentukan Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa alias Pam Swakarsa pada 1998 silam, yang disebut-sebut atas perintah Wiranto. Pan Swakarsa dibentuk oleh Wiranto yang saat itu menjabat Pengalima ABRI

Pam Swakarsa adalah kelompok sipil yang dipersenjatai yang dibentuk pada 1998 silam untuk mengamankan Sidang Istimewa MPR 1998. Dalam operasinya Pam Swakarsa kerap terlibat bentrok dengan masyarakat dan kelompok lain.

Kivlan mengajukan gugatan terhadap Wiranto diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur, dengan nomor perkara 354/Pdt.G/2019/PN Jkt.Tim. Sidang pertama rencananya digelar pada Kamis (15/8) pukul 09.00 WIB di PN Jakarta Timur.

Dilihat dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara PN Jakarta Timur, dalam petitum gugatannya Kivlan menyebut penugasan Pam Swakarsa oleh Wiranto kepada dirinya merupakan kegiatan yang memerlukan pembiayaan. Selanjutnya, Kivlan menuntut agar Wiranto sebagai pihak yang memberikan penugasan PAM SWAKARSA, dihukum membayar seluruh biaya dan kerugia materil dan imateril yang dialaminya.

Dalam kerugian materil, Kivlan mengajukan nominal kerugian sebesar Rp 8 miliar karena telah menanggung biaya Pam Swakarsa dengan mencari pinjaman, menjual rumah dan mobil. 

Kivlan juga menuntut biaya kerugian Rp 8 miliar untuk biaya sewa rumah karena rumahnya sudah dijual. 

"Menyewa rumah karena telah menjualnya sampai dengan mendapatkan rumah lagi pada tahun 2018 dari bantuan Jenderal Gatot Nurmantyo," demikian petitum kerugian materil yang dimaksud Kivlan.

Sedangkan kerugian imateril yang digugat Kivlan antara lain menanggung malu karena utang Rp100 juta. Selain itu Kivlan juga menyatakan tidak mendapatkan jabatan yang dijanjikan, Kivlan mengajukan nilai kerugian Rp 100 juta untuk hal ini.

Kerugian imateril lainnya adalah tuntutan ganti rugi Rp500 juta karena mempertaruhkan nyawa dalam Pam Swakarsa, tuntutan R p100 juta karena dipenjara sejak 30 Mei 2019, tuntutan kerugian Rp 184 juta karena mengalami sakit dan tekanan batin sejak bulan November 1998 sampai sekarang. Terakhir, menuntut Wiranto membayar biaya perkara seluruhnya. 

Kivlan pernah menyinggung Soal Pam Swakarsa dan biaya operasional ini dalam sejumlah kesempatan. Terakhir, Kivlan menyinggung soal tersebut pada Februari 2019.

Saat itu, Kivlan menyebut Wiranto tak pernah memberi dirinya dana pembiayaan pengamanan massa (Pam Swakarsa) saat Sidang Istimewa MPR 1998 sebesar Rp 10 miliar.

"Beliau itu tak menyerahkan ke saya yang pembiayaan itu, lho. Masa saya disuruh bekerja tanpa biaya kan gitu lho. Nilainya M lah, Rp 10 miliar," ungkapnya.

Sementara itu Wiranto mengaku sudah menerima informasi soal gugatan ini. Wiranto meminta semua menunggu kasus hukum berjalan. 

"Tunggu saja," katanya.

Wiranto tak mempermasalahkan gugatan Kivlan tersebut, karena yang penting dirinya sudah profesional dan bekerja dengan benar. 

"Kerja untuk negara, untuk kebaikan, untuk keamanan. Gugat siapapun silakan," ujar Wiranto. (RWS/ist)

Berita Lainnya
.

Bangladesh Tuding Myanmar Tunda Repatriasi Rohingya
Maduro Tidak Permasalahkan PBB Selidiki Venezuela
AS Mulai Persiteruan Baru Dengan China Terkait Pemilunya
Jerman Didaulat Jadi Tuan Rumah Euro 2024
PBB Bentuk Tim Dokumenter Terkait Krisis Rohingya