Ekonomi

IGJ: Kenaikan Iuran Tidak Selesaikan Defisit BPJS Kesehatan
GRY | Jumat,06 Sept 2019 - 15:20:52 WIB | dibaca: 68 pembaca

Ilustrasi gambar/foto ist

Jakarta, CityPost - Indonesia for Global Justice (IGJ) menilai usulan kenaikan iuran BPJS Kesehatan terhadap peserta yang menikmati fasilitas kesehatan BPJS, tidak akan menyelesaikan akar permasalahan terkait defisit BPJS yang ada saat ini.

"Akar permasalahan defisit BPJS Kesehatan sendiri tidak pernah diselesaikan," kata peneliti dari lembaga advokasi tersebut, Muhammad Teguh Maulana Jumat (6/9).

Menurut Teguh, sejak awal program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tersebut dicanangkan, model pembiayaan yang dipilih berpotensi untuk mengalami kerugian yang besar.

Untuk itu, ujar dia, seharusnya pemerintah meninjau ulang model pembiayaan JKN, khususnya BPJS Kesehatan yang saat ini menggunakan sistem iuran atau pembayaran premi asuransi.

Sebab, lanjutnya, dengan membebankan biaya jaminan kesehatan kepada masyarakat, pemerintah seperti melepaskan kewajibannya untuk menjamin akses kesehatan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat.

"Bahkan dengan menggunakan model saat ini juga, pemerintah tidak ada bedanya dengan menerapkan logika ekonomi pasar yang menganggap bahwa jaminan kesehatan merupakan suatu komoditas jasa yang dapat difinansialisasikan," ucap Teguh.

Sebelumnya DPR RI menolak rencana pemerintah untuk menaikkan premi JKN untuk Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) Kelas III sampai pemerintah menyelesaikan data cleansing serta mendesak pemerintah untuk mencari cara lain dalam menanggulangi defisit Dana Jaminan Sosial (DJS) kesehatan.

DPR RI juga mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki Data Terpadu Kesejahteraan Sosial sebagai basis dari Data Terpadu penentuan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Program JKN.

Perbaikan ini termasuk penyelesaian data cleansing terhadap sisa data dari hasil Audit dengan Tujuan Tertentu Dana Jaminan Sosial Kesehatan tahun 2018 oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan 10,65 juta peserta JKN yang masih bermasalah. (GRY/ist)



Berita Lainnya
.

Bamsoet Usul Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia
Usai Sidang MK, Fraksi Golkar Bahas Pergantian Pimpinan DPR
Maju Jadi Caketum Golkar, Bamsoet Kunjungi Senior Golkar
PDIP Beri Apresiasi Kerja Hakim MK
IHSG Menguat Setelah MK Tolak Gugatan Prabowo-Sandi