Peristiwa

Taliban Ingatkan AS Kerugian Batalkan Negosiasi Afghanistan
RWS | Senin,09 Sept 2019 - 15:28:03 WIB | dibaca: 68 pembaca

Perwakilan Taliban selama pertemuan di Moskow, Rusia pada 9 November 2019/Foto ist Sergei Savostyanov via TASS dan Getty Images.

CityPost – Rencana pembicaraan antara Amerika Serikat dan Afghanistan saat ini tengah membuat Taliban geram, khususnya ketika pihak AS membatalkan upaya perdamaian tersebut dalam mengakhiri perang yang sudah berlangsung lama.

Taliban mengutuk keputusan Presiden AS Donald Trump yang menunda pembicaraan yang sedang berlangsung dengan kelompok itu agar bisa mengakhiri perang yang sudah terjadi selama 18 tahun di Afghanistan. Bahkan mereka menyebut upaya AS sebagai langkah anti perdamaian.

“Sekarang Presiden AS Trump telah mengumumkan penangguhan negosiasi, ini tidak akan merugikan orang lain kecuali orang Amerika sendiri,” tegas kelompok Taliban melalui pernyataan mereka pada Minggu (8/9) kemarin.

Diketahui, Trump membatalkan negosiasi itu melalui serentetan cuitan di twitter. Dia mengatakan membatalkan pertemuan rahasia yang dijadwalkan pada Minggu kemarin dengan perwakilan Taliban dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani di Camp David di Maryland AS.

Trump menjadikan tewasnya tentara AS saat ada serangan Taliban pekan lalu dimana 12 orang meninggal dunia sebagai alasan pembatalan negosiasi tersebut. AS juga membatalkan negosiasinya bersama Taliban yang berlangsung di Qatar selama hampir setahun.

Taliban menegaskan bahwa pembatalan pembicaraan akan menyebabkan lebih banyak kerugian bagi AS dan merusak kredibilitasnya. Mereka juga menunjukkan sikap anti perdamaian dengan cara yang diperjelasnya sendiri.

“Perjuangan kita selama 18 tahun terakhir akan berlanjut sampai pendudukan asing selesai dan rakyat Afghanistan diberi kesempatan untuk hidup dengan pilihan mereka sendiri,” tulis pernyataan pihak Taliban.

Menurut Taliban sebelumnya tim perunding AS senang dengan kemajuan yang dicapai sejauh ini di Doha dan pembicaraan dilakukan dalam suasana yang baik.

“Kami melakukan diskusi yang bermanfaat dengan tim perunding AS dan perjanjian itu selesai. Delegasi Amerika senang dari hasil pembicaraan sampai kemarin (Sabtu), kedua pihak sedang mempersiapkan pengumuman dan penandatanganan perjanjian,” ujarnya seperti yang dilansir melalui Al Jazeera. (RWS/ist)

Berita Lainnya
.

DPR Fokus Selesaikan Lima RUU diakhir Masa Jabatan
Black Mirror Season Lima Hadirkan Bintang Avengers & Fleabag
Umat Budha Ambil Air Berkah Waisak di Umbul Jumprit
We Winner Nomor 1 Chart iTunes
Pembangunan Ibu Kota Baru Butuh Rp 30,6 Triliun dari APBN