Peristiwa

Chandrayaan India Hilang Saat Mendekati Bulan
RWS | Senin,09 Sept 2019 - 15:29:09 WIB | dibaca: 61 pembaca

ISRO meluncurkan Chandrayaan 2 India ke bulan/foto ist

CityPost – Badan Antariksa India ISRO menyampaikan bahwa modul pendaratan misi ke bulan telah kehilangan kontak dengan pesawat mereka Chandrayaan 2 yang seharusnya mendarat dipermukaan bulan. Badan tersebut kehilangan kontak dengan stasiun ruang angkasa.

Melansir Kantor berita Pers Trust of India disebutkan bahwa Ketua Space and Research Organization (ISRO) India Kailasavadivoo Sivan mengatakan kamera dari pengorbit misi bulan telah menemukan pendaratan berhasil dilakukan pada Minggu (8/9) lalu.

“Itu pasti sulit,” ungkap PTI seperti yang dikutip melalui Sivan.

Kemudian para pejabat ISRO mengaku sejak saat itu sudah tidak bisa menghubungi stasiun ruang angkasa. Mereka mengatakan pihaknya telah kehilangan kontak dengan pendarat bulan Vikram pada Sabtu lalu karena melakukan pendekatan terakhir ke Kutub Selatan bulan untuk mengerahkan bajak untuk mencari tanda-tanda air. Seperti yang dilansir melalui Associated Press.

Jika pendaratan pesawat ruang angkasa India itu berhasil maka, India akan menjadi negara keempat yang telah mendaratkan pesawatnya dipermukaan bulan dan hanya negara ketiga yang berhasil mengoperasikan robot penjelajah disana.

ISRO mengatakan keturunan pendaratan itu berlangsung normal sampai dua kilometer dipermukaan bulan hingga akhirnya mereka kehilangan kontak. Misi senilai USD 140 juta itu diberi nama Chandrayaan 2 yang ditujukan untuk mempelajari kawah bulan yang secara permanen dianggap mengandung endapan air yang dikonfirmasi oleh misi Chandrayaan 1 sebelumnya pada 2018.

Diketahui, misi terakhir berangkat pada 22 Juli dari Satish Dhawan Space Center di Sriharikota, sebuah pulau dilepas pantai negara bagian Andhra Pradesh di India Selatan.

Dijelaskan usai diluncurkan Chandrayaan 2 membutuhkan waktu selama beberapa minggu menuju bulan hingga akhirnya berhasil masuk kedalam orbit bulan pada 20 Agustus lalu. Sementara itu pendaratan Vikram terpisah dari pengorbit misi pada 2 September dan memulai serangkaian manuver pengereman untuk menurunkan orbitnya dan bersiap untuk mendarat. Hingga kini baru ada tiga negara yang berhasil mencapai misi itu, Amerika Serikat, Uni Soviet dan Cina. (RWS/ist)

Berita Lainnya
.

Setjen DPD RI Lepas Pejabat Dan Pegawai Ke Tanah Suci
Syarat Menteri Muda Jokowi Harus Pekerja Keras
Soal Pimpinan MPR Partai Koalsi Masih Tunggu Arahan Jokowi
Indonesia Bangga Mahasiswa Disabilitas Penemu Lima Aplikasi
Yusril Harap PBB Dipimpin Generasi Muda