Kesehatan

Ratusan Pegawai RS Haji Gelar Aksi Tuntut Gaji Mereka
RWS | Senin,09 Sept 2019 - 15:46:37 WIB | dibaca: 126 pembaca

Para Pegawai Rumah Sakit Haji tuntut hak Gaji mereka dibayarkan/foto ist

Jakarta, CityPost – Ratusan pegawai Rumah Sakit Haji saat ini mengaku resah usai gaji mereka hingga kini belum juga dicairkan dan dibayarkan secara penuh. Kendati upaya dialog sudah dilakukan namun gaji belum juga dicairkan.

Para pegawai Rumah Sakit Haji itu akhirnya berujuk rasa usai hasil dialog dengan Kementerian Agama selaku pengelola Rumah Sakit Haji berujung pada hal yang tidak memuaskan.

Seperti yang dilansir melalui rilis pers yang disampaikan kepada pihak redaksi, para pegawai Rumah Sakit Haji itu hingga kini masih terus berjuang agar hak mereka berupa gaji bisa dicairkan secara keseluruhan. Bahkan mereka juga meminta bantuan kepada pihak DPRD Komisi E, Komisi VIII DPR RI sebagai mitra kerja Kementerian Agama hingga ke Sudin Kesehatan. Semua jalur mereka tempuh, namun tetap tidak membuahkan hasil yang signifikan. Belum ada tindak lanjut dari manajemen dan Kementerian Agama itu sendiri.

“Harusnya kami (para pegawai) gajian tanggal 28 Agustus, namun sampai tanggal 7 September ini belum juga dibayar seluruhnya. Pegawai baru menerima kurang dari separuh gaji,” ungkap Ketua Umum Serikat Pekerja Rumah Sakit Haji Arman Budianto di Jakarta pada Sabtu (7/9) lalu dan keterangan mereka pada Senin (9/9) hari ini.

Arman mengatakan, kondisi keterlambatan gaji yang kerap dilakukan berulang-ulang sudah sangat mengkhawatirkan. Padahal kebutuhan hidup pegawai seperti biaya sekolah anak, makan keluarga, listrik, hingga transportasi dan membayar cicilan tidak bisa ditunda-tunda.

“Jika tidak ada tindakan perbaikan, kami takut bulan depan kami tidak bisa gajian,” tegas Arman.

Arman sendiri di Rumah Sakit Haji bertugas sebagai pegawai Radiologi. Dia menekankan bahwa pegawai hanya meminta hak-hak mereka untuk bisa dipenuhi.  Setelah itu dia meminta ada perbaikan manajemen dan ada upaya dari pengelola untuk mencegah terjadinya kolap atau kebangkrutan rumah sakit.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Rany Mauliani menegaskan kepada pihak manajemen dan Kementerian Agama untuk segera menuntaskan urusan itu dan membayarkan gaji semua pegawai Rumah Sakit Haji yang belum dibayarkan, pasalnya itu merupakan hak para pegawai. Plus harus adanya peningkatan kesejahteraan bagi seluruh pegawai yang ada.

“Sangat penting meningkatkan kesejahteraan pegawai Rumah Sakit Haji. Karena dengan kesejahteraan yang baik, maka pelayanan rumah sakit otomatis juga akan meningkat,” ungkap Rany dikantornya. (RWS/ist)

Berita Lainnya
.

Gubernur Riau Dipastikan Jadi Juru Kampanye Jokowi - Ma`ruf
Dubes China Yakin Pencak Silat Dipertandingkan di Olimpiade
Relawan Prabowo - Sandi Gelar Seminar Terkait DPT Bermasalah
Esports Digalak Sebagai Olahraga Generasi Muda Indonesia
Kapolres Jayawijaya Menghukum Oknum Polisi Yang Main Judi