Umum

Akademisi Endus Bau Tak Sedap Di Revisi UU KPK
Hen | Senin,09 Sept 2019 - 17:03:38 WIB | dibaca: 63 pembaca

Ilustrasi Gambar/foto ist

Jakarta, CityPost – Sejumlah akademisi dari Universitas Gadjah Mada saat ini mengaku tengah mencium adanya aroma tak sedap dari rencana Revisi UU KPK yang akan dilakukan oleh DPR RI di parlemen.

Mereka yang tergabung dalam Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengaku mencium adanya dugaan persekongkolan antara partai pendukung dan kubu oposisi di balik rencana Revisi UU No. 20/2002 tentang KPK.

Direktur Advokasi Pukat UGM Oce Madril mengatakan pihaknya menduga bahwa persekongkolan itu terlihat dari kekompakan partai-partai saat berada di Ruang Rapat Paripurna DPR yang digelar kemarin. Sementara itu, dari pihak pemerintah yang sebelumnya kerap berbeda pandangan dengan oposisi, saat ini telah satu suara dan senafas.

“Persekongkolan busuk seperti ini sudah mulai tercium. Persekongkolan ini untuk (melemahkan) KPK mulai bersatu. Kami mencium kearah sana ya,” ungkap Oce dihadapan awak media pada Jumat (6/9) lalu dan dirilis pada Senin (9/9) hari ini.

Oce sendiri mengaku mendapatkan informasi bahwa Presiden Joko Widodo nantinya juga akan merespon terkait usulan revisi UU KPK dari DPR tersebut. Bahkan Jokowi sedang mempersiapkan Surat Presiden (Supres) untuk menjawab usulan revisi yang akan menjadi payung hukum KPK itu.

“Kami dengar rancangan UU ini akan diproses dan pemerintah setuju untuk memproses lebih lanjut,” tukasnya.

Bahkan menurut Oce tidak menutup kemungkinan ada kesepakatan atau barter dibalik rencana revisi UU KPK. Namun hingga kini dia bersama akademisi lainnya berharap Jokowi menolak usulan Revisi UU KPK yang diajukan DPR itu. (HEN/ist)

Berita Lainnya
.

Kementerian PUPR Benahi Sektor Jasa Konstruksi
Ketua DPR : Revisi UU KPK Sudah Lama Direncanakan
Atasi Kartel Pangan, Komisi VI Akan Perkuat KPPU
Dinyatakan Aman, Satpol PP Kembalikan Permen Dot ke Pedagang
UNS Kini Kelola Air Limbah Secara Mandiri