Hukum

Polri Uji Balistik Peluru Pembunuh Randi Di Belanda
RWS | Selasa,08 Okt 2019 - 00:29:10 WIB | dibaca: 41 pembaca

Ilustrasi Gambar/foto ist

Jakarta, CityPost – Peluru Tajam yang telah menewaskan Randi (21) Mahasiswa Universitas Halu Oleo saat ini berhasil ditemukan oleh pihak Kepolisian Indonesia. Saat ini mereka mengatakan tengah mengirim proyektil peluru tajam itu ke Belanda dan Australia untuk dilakukan uji balistik.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra. Dia juga mengatakan uji balistik itu juga akan dilakukan terhadap proyektil peluru yang menembus paha seorang ibu hamil disekitar lokasi unjuk rasa.

“Proyektil yang menyebabkan Randi meninggal dunia dan yang menembus satu ibu hamil, untuk kepastian maka proyektil akan diuji ke Belanda dan Australia. Ini upaya kita untuk menguji secara profesional siapa pelakunya,” ungkap Asep di Mabes Polri Jakarta pada Senin (7/10) hari ini.

Asep menjelaskan alasan uji balistik di Belanda dan Australia, menurutnya alat laboratorium dinegara itu sudah canggih.

“Proyektil urgensinya apa, tentunya kita berharap bahwa teknologi secara laboratoris akan mendapatkan hasil yang konkret dan nyata. Ini kan proyektil kita dapat disekitaran korban, jadi ini yang kita masih harus terus didalami,” ujarnya.

Sementara itu, terkait anggota yang selama unjuk rasa berlangsung melakukan pelanggaran SOP, Asep mengatakan pihaknya sudah memeriksa sebanyak enam anggota polisi saat mereka bertugas mengamankan unjuk rasa. Namun, keenam anggota itu belum disimpulkan sebagai pelaku penembakan yang memicu tewasnya Randi.

“Kemudian pelanggaran SOP yang kita jadikan persangkaan utama kepada enam orang anggota karena jelas tidak melaksanakan instruksi pimpinan terkait larangan membawa senpi pada pengamanan aksi unras. Kemudian bagaimana hasil pengecekan dan sebagaimana nanti tim yang akan sampaikan,” pungkasnya. (RWS/ist)

Berita Lainnya
.

Tak Ada Larangan, Politisi Boleh Daftar Calon Anggota BPK
AMB Kritik Kinerja DPD Partai Golkar DKI
Menpar Bahagia Ombilin Diakui Warisan Dunia Oleh UNESCO
KPAI Tolak Wacana Pendidikan Agama Dihapuskan Dari Sekolah
Menkumham Khawatir Perempuan Korban Pelecehan Takut Melapor