Hukum

Enam Polisi Dicopot Terkait Pengamanan Aksi Mahasiswa
RWS | Selasa,08 Okt 2019 - 00:29:54 WIB | dibaca: 42 pembaca

Ilustrasi Gambar/foto ist

Jakarta, CityPost – Tindakan represif aparat kepolisian saat melakukan pengamanan aksi unjuk rasa mahasiswa di Kendati, Sulawesi Tenggara, saat ini sudah ditangani pihak Mabes Polri. Bahkan dalam aksi bentrokan antara mahasiswa dan aparat tengah memicu tewasnya dua orang mahasiswa dari Universitas Halu Oleo.

Informasi terbaru, pihak Kepolisian telah berhasil meringkus sebanyak enam anggota kepolisian yang melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam melakukan pengamanan aksi unjuk rasa. Hingga kini, enam anggota itu dilaporkan sudah dibebastugaskan dari kesatuan dan jabatannya.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri Jakarta pada Senin (7/10) hari ini. Namun, Dedi mengatakan pembebasan tugas itu akan dilakukan usai mereka melakukan proses persidangan.

“Dibebastugaskan dari reskrim (Polres Kendari) dan intel karena sedang jalani proses riksa sampai persidangan pelanggaran disiplin,” tegas Dedi.

Senada dengan Dedi, Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan bahwa keenam anggota itu diperiksa pasalnya saat melakukan pengamanan unjuk rasa di Kendari membawa senjata api (senpi-red). Hal itu menurutnya melanggar SOP pengamanan unjuk rasa.

“Dari enam orang yang sudah diperiksa karena mereka melanggar SOP pengamanan unras (unjuk rasa). Padahal sudah dijelaskan berkali-kali saat pengamanan unras tidak boleh bawa senpi. Dalam konteks ini mereka melanggar disiplin,” ujar Asep. (RWS/ist)

Berita Lainnya
.

Pasca Banjir Dan Longsor, Warga Madina Kembali Kerumah
Kemendagri Dan Pemprov Sulteng Koordinasi Bangkitkan Palu
Geram Urung Jadi PNS, Ratusan Guru Honorer Mogok Ngajar
KPK Tahan Enam Tersangka Suap Proyek Meikarta
Bawaslu Jabar awasi praktik politik uang di Pemilu 2019