Jawa

PKL Kini Dapat Ruang Di Trotoar Jakarta
Hen | Rabu,09 Okt 2019 - 00:04:25 WIB | dibaca: 54 pembaca

Ilustrasi Gambar/foto ist

Jakarta, CityPost – Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) selama ini mendapatkan stigma negative dari sejumlah pihak yang merasa dan mengaku terganggu. Namun, berbeda dengan mereka yang memang membutuhkan keberadaan para PKL tersebut yang mengatakan terbantukan, khususnya saat memenuhi konsumsi makanan atau jajanan yang terjangkau.

Kabarnya saat ini para pedagang kaki lima tersebut tengah mendapatkan perhatian dan diberi ruang ditrotoar-trotoar dengan aturan dan ketertiban yang diberlakukan guna membantu warga dan sejumlah pekerja yang membutuhkan keberadaan.

Informasi diberikankan PKL ditrotoar-trotoar Jakarta ini bukan hisapan jempol, pasalnya Dinas Koperasi Jakarta tengah melakukan pembangunan trotoar bagi PKL yang ditargetkan bakal selesai pada akhir tahun 2019 ini.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta Adi Ariantara mengatakan target pembangunan trotoar untuk PKL akan berada dikawasan Jl Jend. Sudirman, Jl. MH Thamrin, Jl. HR. Rasuna Said (Kuningan) dan Kawasan Mampang.

“Kami menghormati aturan main. Target akhir tahun ini ada beberapa titik yang bisa kita contohkan. Sudirman-Thamrin sangat memungkinkan, dimana memungkinkan orang usaha,” terang Adi dikantornya pada Senin (7/10) lalu.

Adi mengatakan, peluang usaha disejumlah titik dikawasan Kuningan muncul usai sejumlah pegawai kantoran disekitar lokasi itu banyak yang memilih PKL ketimbang restauran karena dianggap murah dan sesuai dengan kocek mereka.

“Di Kuningan, saya tongkrongin hari kerja dan hari libur, hari kerja itu luar biasa. Harga didalam itu, restauran, tidak terjangkau. PKL dari sisi itu peluang usaha. Pegawai itu mau makan restauran. terus kita cari ke Mampang,” ungkapnya.

Dalam pembangunan trotoar ini, kata Adi pihaknya mengacu pada Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah, Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi dan Peraturan Menteri PUPR terkait batas lebar trotoar.

“(Pertimbangan) ketiga, potensi terkait kebutuhan berjualan dan keempat, sumber dukungan disana seperti listrik dan air. Segera mungkin kita siapkan,” tukasnya.

Kendati demikian, perihal desain trotoar itu juga menurut Adi sama pentingnya, pasalnya dia tidak ingin masyarakat terganggu dan menggugat desain trotoar itu.

Diketahui, rencana pembangunan trotoar multifungsi ini juga dicetuskan dan direncanakan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Rencana itu dicuatkan kabarnya untuk menangani permasalahan PKL yang selama ini kerap terjadi disejumlah titik diwilayah Jakarta, khususnya diwilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Menurut sejumlah analis dan pengamat, ide Anies ini brilian pasalnya bisa memberdayakan geliat ekonomi kecil dan membantu masyarakat untuk mendapatkan jajanan terjangkau sesuai kemampuan mereka. Sayangnya, ide juga berbenturan dengan pihak-pihak yang kontradiksi pasalnya menurut mereka trotoar itu harus difungsikan untuk pejalan kaki. (Hen/ist)

Berita Lainnya
.

Didakwa Perkosa Remaja Putri, Anggota Parlemen Di Demo Warga
Iran Sambangi Indonesia Minta Dukungan Hadapi AS
Ratusan Orang Tewas Saat Banjir Menyapu Jepang
PM Jepang Kunjungi Lokasi Bencana Diwilayah Barat
Ribuan Warga Jepang Pilih Mengungsi Hindari Bencana