Peristiwa

Pengadilan Inggris Tunda Keputusan Brexit Usai KTT Uni Eropa
RWS | Rabu,09 Okt 2019 - 22:14:26 WIB | dibaca: 48 pembaca

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson/foto ist

CityPost – Sejumlah Hakim Skotlandia menyampaikan bahwa mereka tidak akan memutuskan keputusan penting terkait Brexit sebelum KTT Uni Eropa dilaksanakan. Disebutkan keputusan itu sebagai upaya untuk memaksa Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk mematuhi hukum yang telah dirancang dalam memblokir Brexit.

Para hakim memutuskan tidak akan ada kesepakatan sampai pertemuan puncak KTT Uni Eropa yang merupakan momen penting selesai dilakukan. Mereka kemudian menunda keputusan itu hingga 22 Oktober mendatang, beberapa hari sebelum Brexit jatuh tempo dan keputusan di parlemen untuk mencapai kesepakatan yang diharapkan.

Seperti yang dilansir Al Jazeera, disebutkan bahwa undang-undang yang dikenal sebagai Benn Act disahkan berkat bantuan aliansi pemberontak anggota konservatif yang kemudian dipecat dari partai yang memerintah. Untuk itu Perdana Menteri berkewajiban untuk meminta penundaan jika tidak ada kesepakatan penarikan yang disepakati antara Inggris dan Uni Eropa pada 19 Oktober mendatang.

Sementara itu disampaikan bahwa Perdana Menteri dan para pembantunya kerap berulang kali menyatakan mereka tidak akan mematuhi undang-undang yang memicu kekhawatiran diantara mereka yang berusaha menghindari Brexit dalam fase tanpa kesepakatan, yang oleh banyak ekonom, administrator layanan kesehatan, pemimpin infrastruktur dan pakar lainnya dikatakan bakal menjadi bencana bagi ekonomi Inggris dan kedudukan global.

“Ini adalah keadaan yang menurut kami sangat mungkin terjadi. hanya tadi malam, misalnya, presiden Parlemen Eropa menyatakan bahwa Boris Johnson mengatakan kepadanya bahwa dia tidak akan meminta perpanjangan. Jika Boris Johnson mengatakan yang sebenarnya, ini akan menjadi pelanggaran kewajibannya untuk mengirimkan surat itu dibawah Benn Act, dan jika Boris Johnson tidak mengatakan yang sebenarnya, ini akan, bagi kita, menjadi pelanggaran kewajibannya untuk tidak menggagalkan Benn Act,” tulis pernyataan dari para penggiat yang membawa kasus hukum itu ke Skotlandia. (RWS/ist)

Berita Lainnya
.

Penonton Konser Westlife Tetap Beli Tiket Masuk Borobudur
Widya Siregar Rilis Album Romantis Widya Siregar & Friends
Marion Jola Rilis Album Perdana, Marion
Pulau Rupat Riau Siap Dikembangkan Jadi KEK Pariwisata
Kios kuliner & Cindramata Ramaikan Istano Basa Pagaruyuang