Peristiwa

J&J Didenda Terkait Tumbuhnya Payudara Pria Usai Minum Obat
RWS | Rabu,09 Okt 2019 - 22:16:26 WIB | dibaca: 34 pembaca

Ilustrasi Gambar/foto ist

CityPost – Perusahaan farmasi Johnson & Johson saat ini tengah diminta oleh Pengadilan Philadelphia untuk membayar ganti rugi sebesar USD 8 miliar kepada seorang pria karena obat yang diproduksi dan dikonsumsinya membuat payudara pria itu tumbuh.

Disebutkan, perusahaan farmasi Amerika Serikat ini tengah memproduksi obat-obatan yang bisa menyebabkan payudara tumbuh. Obat itu lalu dikonsumsi oleh seorang pria bernama Nicholas Murray (26) dan sejumlah pria lainnya.

Murray bersama para penggugat pria lainnya dalam litigasi gugatan massal atas Risperdal, mereka mengklaim bahwa payudaranya tumbuh dan mengembang usai mengkonsumsi obat yang diresepkan sejak 2003 hingga 2008. Resep obat itu disebutkan diterima oleh mereka dari seorang psikolog usai mendiagnosanya dengan kelainan spektrum autisme.

Diketahui, pada akhir 1993, obat ini kemudian disetujui oleh Food and Drug Administration untuk diberikan kepada penderita kelainan skizofrenia dan episode bipolar mania pada orang dewasa.

Usai mencuatnya kasus tumbuh dan kembangnya payudara pria pengkonsumsi obat-obat tersebut, ribuan kasus Risperdal sudah banyak masuk ke Pengadilan Pennsylvania namun banyak yang tertunda.

Kemudian, empat tahun lalu, juri memberi Murray sebesar USD 1,75 juta usai menemukan kelalaian pada Johnson & Johnson (J&J) yang gagal memperingatkan konsumen terkait resiko pengkonsumsian obat yang diproduksinya. Lalu, Pengadilan banding negara bagian menguatkan putusan tahun lalu terkait denda yang dikurangi menjadi USD 680.000.

“Juri ini, seperti juri lain di litigasi lain, sekali lagi mengenakan ganti rugi pada perusahaan yang menghargai keuntungan atas keselamatan dan keuntungan pasien. Johnson & Johnson dan (anak perusahaan) Janssen memilih miliaran daripada anak-anak,” ungkap pengacara Murray, Tom Kline dan Jason Itkin.

Seperti yang dilansir Russian Today, pihak Johnson & Johnson mengatakan bahwa penghargaan itu sangat tidak proporsional dengan penghargaan kompensasi awal dalam kasus ini dan perusahaan yakin itu akan dibatalkan. Menurut mereka, dalam hal ini juri tidak diizinkan untuk mendengar bukti manfaat Risperdal.

Namun, para penggugat mengklaim bahwa Johnson & Johnson telah gagal memperingatkan resiko ginekomastia (perkembangan payudara yang diperbesar pada pria) yang terkait dengan Risperdal, yang mereka katakan produk obat J&J dipasarkan namun tidak disetujui untuk digunakan dan diberikan kepada anak-anak. (RWS/ist)

Berita Lainnya
.

PDIP Beri Apresiasi Kerja Hakim MK
Demi Persatuan Bangsa Jokowi Dan Prabowo Diminta Bertemu
Maju Jadi Caketum Golkar, Bamsoet Terus Dapat Dukungan
Komite II DPD Bahas Regulasi Keselamatan Transportasi
Hukuman Sanksi AS Picu Sentimen Rakyat Iran