Peristiwa

AS Mulai Ambil Sikap Atas China Terkait Muslim Uighur
RWS | Rabu,09 Okt 2019 - 22:18:15 WIB | dibaca: 46 pembaca

Ilustrasi Gambar/foto ist

CityPost – Perlakuan dan sikap pemerintah serta pejabat China terhadap etnis minoritas Muslim Uighur di Xinjiang saat ini tengah menjadi perhatian serius pihak Amerika Serikat. Bahkan mereka mulai mengambil sikap tegas dengan memperketat proses visa bagi pemerintah China dan pejabat Partai Komunis yang diduga bertanggungjawab atas penahanan Muslim Uighur.

Kebijakan dan pengetatan ini dilakukan usai AS menuding pemerintah dan pejabat Partai Komunis China melakukan penahanan sepihak, pelecehan dan berbagai tindakan sewenang-wenang terhadap etnis Muslim Uighur di Xinjiang. Seperti yang disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

“Para anggota keluarga orang-orang seperti itu juga akan dikenai pembatasan ini,” tegas Pompeo melalui pernyataan resmi yang disampaikan kepada awak media pada Selasa (8/10) kemarin.

Kemudian Pompeo kembali menegaskan hal itu melalui sebuah cuitan twitter dimedia sosial. Dia mengatakan bahwa pejabat-pejabat itu juga diduga terlibat dalam pelecehan terhadap warga Kazakhs.

Sayangnya, Pompeo tidak menyebutkan detail pejabat mana saja yang dimaksud dalam pernyataannya. Kendati demikian, pejabat AS dan anggota Kongres mengatakan bahwa pemerintahan Trump mempertimbangkan sanksi terhadap pejabat yang terkait pelanggaran HAM terhadap etnis Muslim Uighur, termasuk kepada Sekretaris Partai Xinjiang Chen Quanguo.

AS mengatakan pembatasan visa Departemen Luar Negeri ini untuk melengkapi tindakan Departemen Perdagangan pada Senin (7/10) lalu yang memasukkan nama 28 perusahaan dan organisasi China kedalam daftar hitam. (RWS/ist)

Berita Lainnya
.

Korut Nyatakan Berhasil Gelar Uji Coba Bom Hidrogen
Jepang Ragu Korea Utara Gunakan Bom Hidrogen
China Mulai Geram Dengan Korea Utara
Bali Gelar 68 Festival Setiap Tahunnya
Trump Mengutuk Bom Hidrogen Korea Utara