Tokoh

Erdogan Kecam Macron Usai Kritik Opmil Suriah
RWS | Sabtu,30 Nov 2019 - 18:42:52 WIB | dibaca: 42 pembaca

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan./Foto ist.

CityPost – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan geram dengan pernyataan dan kritikan yang dilayangkan Presiden Perancis Emmanuel Macron terkait Operasi Militer (OpMil-red) Turki di timur laut Suriah.

Saking kesalnya, Erdogan mengatakan Macron mengalami “Kematian otak”. Hal itu dilontarkannya pada Jumat (29/11) lalu, hanya beberapa hari menjelang pertemuan puncak NATO yang juga akan dihadiri kedua pemimpin itu.

Kecaman Erdogan ini sudah dipublikasikan sejak 7 November lalu sebagai bentuk tanggapan atas kritik Macron. Dia bilang aliansi menderita kematian otak karena kurangnya kerjasama strategis diantara anggota.

“Saya berbicara dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron, dan saya juga akan mengatakan ini di NATO. Pertama-tama, periksalah kematian otak anda sendiri. Pernyataan ini hanya cocok untuk orang-orang seperti anda yang berada dalam keadaan kematian otak. Anda tahu cara pamer tetapi anda bahkan tidak bisa membayar dengan benar untuk NATO. Anda seorang pemula, ” tegas Erdogan kepada Macron saat berpidato yang disiarkan langsung ditelevisi nasional.

Mendengar pernyataan Erdogan, pihak Kementerian Luar Negeri Perancis yang tidak terima lalu memanggil duta besar Turki untuk Perancis, Ismail Hakki Musa pada Jumat (29/11) lalu untuk menjelaskan maksud dari pernyataan presiden mereka.

“Pernyataan yang tidak dapat diterima, yang tidak memiliki tempat dalam hubungan Turki-Perancis dan tidak dapat menggantikan dialog yang diperlukan antara kedua negara,” ujar pihak Kemenlu Perancis, seperti yang dilansir melalui Al Jazeera. (RWS/ist)

Berita Lainnya
.

Uji Coba Kordor 13 Transjakarta Dijadwalkan 13 Agustus
Pembangunan Tahap Pertama RS Indonesia di Myanmar Selesai
Kementerian PUPR Bangun Stadion Sepakbola Mini di Wini NTT
Pemulangan Jenazah Barnabas Menunggu Putusan Hakim Hong Kong
Menpora : Bonus Atlet SEA Games Tak Hanya Uang