Hukum

Jokowi Enggan Terbitkan Perppu, KPK Terus Memohon
RWS | Sabtu,30 Nov 2019 - 23:26:35 WIB | dibaca: 28 pembaca

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif/foto ist

Jakarta, CityPost – UU KPK versi revisi saat ini sudah disahkan dan mulai diterapkan kendati telah memicu kontroversi dan melahirkan gerakan mahasiswa yang menolak legislasi itu. Penolakan itu sendiri kabarnya usai diketahui akan melemahkan lembaga anti rasuah alias KPK.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo melalui Staf Khusus bidang Komunikasi Fadjroel Rachman ditegaskan bahwa Presiden tidak akan menerbitkan Perppu yang difungsikan untuk membatalkan UU KPK versi revisi sejak diberlakukannya pada 17 Oktober 2019 lalu.

“Tidak ada dong. Kan Perppu tidak diperlukan lagi. Sudah ada undang-undang yaitu UU Nomor 19 Tahun 2019. Tidak diperlukan lagi Perppu,” ungkap Fadjroel pada Jumat (29/11) lalu.

Kendati demikian, KPK sendiri saat ini masih terus berharap dan memohon kepada pemerintah khususnya Presiden Jokowi agar mau menerbitkan Perppu.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. Dia mengatakan pihaknya masih menunggu dan berharap Jokowi mau menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) KPK.

“Sikap KPK terhadap Perppu sampai hari ini kami masih berharap kebijaksanaan Bapak Presiden RI untuk mengeluarkan Perppi. Kita masih sangat berharap untuk itu,” ungkap Laode di Gedung KPK Jakarta pada Jumat (29/11) lalu.

Laode kembali menegaskan bahwa jajaran pimpinan dan pegawai KPK menilai UU KPK haris revisi memiliki 26 poin yang melemahkan KPK sebagai lembaga anti korupsi yang independen. Selain itu, revisi Uu KPK juga dinilai tidak sesuai dengan syarat pembentukan peraturan perundang-undangan.

“Jadi dari segi formil maupun substansi bertentangan dengan janji presiden untuk memperkuat KPK. Kenyataannya dalam materi UU melemahkan KPK. Mudah-mudahan beliau tergerak menggunakan kebijaksanaan untuk mengeluarkan Perppu. Tapi sekali lagi itu hak prerogatif presiden,” tegasnya. (RWS/ist)

Berita Lainnya
.

Krisis Di Yaman, Rusia Bekukan Kedutaannya
Hizbullah Kecam Keputusan Trump Akan Menjadi Akhir Israel
Difteri Jadi Wabah Dunia, 32 Orang Tewas Di Yaman
Ajakan Israel Untuk Akui Yerusalem Ditolak Uni Eropa
Dua Warga Palestina Tewas Dalam Ledakan Di Gaza