Tokoh

Guterres Ungkap PBB Tolak Sanksi AS Untuk Iran
And | Rabu,23 Sept 2020 - 16:32:14 WIB | dibaca: 96 pembaca

Sekjen PBB Antonio Guterres/foto ist SSV youtube CGTN

CityPost – Amerika Serikat kembali melayangkan dan memberikan tekanan melalui sanksi bagi Iran agar mau menghentikan program nuklir mereka. Sayangnya, upaya tersebut hingga kini masih belum mandapatkan dukungan. Bahkan disebutkan PBB menolak sikap AS yang juga ditentang oleh Rusia dan China.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengungkapkan bahwa PBB tidak akan memberikan dukungan kepada pemberlakuan kembali sanksi-sanksi AS terhadap Iran sebelum adanya sinyalemen dari pihak Dewan Keamanan.

Seperti yang dilansir melalui Assocated Press, salam sebuah layangan surat, Guterres mengemukakan bahwa dirinya menilai terkait adanya ketidakpastian apakah AS nantinya memang akan memicu mekanisme snapback dalam resolusi Dewan Keamanan PBB.

“Tampaknya akan ada ketidakpastian, mengenai apakah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo memicu mekanisme snapback (pemberlakuan kembali sanksi-sanksi) dalam resolusi Dewan Keamanan yang mengabadikan perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan enam negara berpengaruh didunia,” ujar Guterres pada Minggu (20/9) lalu.

Informasi AS akan kembali memberikan sanksi bagi Iran mulai mencuat sejak Sabtu (19/9), dimana pemerintahan Presiden AS Donald Trump mendeklarasikan dan mendorong sanksi PBB bagi Iran yang telah dipulihkan. Namun sayangnya menurut sebagian besar negara menilai langkah AS merupakan ilegal dan kemungkinan bakal diabaikan. Pasalnya pengumuman itu akan memicu kontroversi dalam pertemuan tingkat tinggi tahunan Majelis Umum PBB mulai Senin (21/9) kemarin.

Diketahui, AS mengumumkan sanksi tersebut 30 hari usai Pompeo memberitahu Dewan bahwa pemerintah AS memulai mekanisme snapback karena Iran secara signifikan tidak mematuhi kewajibannya menurut perjanjian tersebut yang dikenal dengan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

“Dewan Keamanan belum mengambil tindakan apapun setelah menerima surat dari menteri luar negeri AS, begitu pula dengan salah satu anggota atau presiden Dewan,” tegas Guterres. (And/ist)

Berita Lainnya
.

Lusinan Cacing Parasit Besar Ditemukan Dalam Perut Tentara
Dokter Italia Klaim Bisa Transplantasi Kepala
Cuomo : Reformasi Pajak DPR Merupakan Pengkhianatan
Apartemen Manhattan Terbakar, 200 Petugas Diterjunkan
MAP Lanjutkan Pembangunan Grand Eschol Residence Dan Aston