Peristiwa

Taiwan Ancam China Dan Tuding Picu Pertikaian
And | Rabu,23 Sept 2020 - 16:34:20 WIB | dibaca: 123 pembaca

Ilustrasi Gambar/foto ist SSV youtube CNA

CityPost – Ketegangan antara China dan Taiwan saat ini terus meningkat. Aksi saling bayang-bayangi kekuatan militer dan ancaman terus menyeruak. Bahkan belum lama ini China kembali melakukan provokasi di Taiwan saat negara itu menerima kunjungan Amerika Serikat.

Pada Selasa (22/9) hari ini, Taiwan melayangkan ancaman kepada China agar mundur dan menuduh Beijing telah mengancam perdamaian setelah baru-baru ini adanya serangan dari seorang pejabat Beijing yang secara terbuka menolak batas laut yang sangat dihormati.

Penegasan itu disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu. Dia mengatakan dan mendesak China untuk mundur dan kembali kepada standar internasional yang beradab.

Pernyataan Wu tersebut merupakan tanggapan dari perkataan juru bicara kementerian luar negeri China yang menyebutkan bahwa tidak ada yang disebut dengan garis tengah di Selat Taiwan pasalnya Taiwan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah China.

Puncak dari ketegangan antara China dan Taiwan adalah pada pekan lalu ketika pesawat tempur kedua negara saling berpapasan, dimana saat itu pesawat temput Taiwan tengah mencegat pesawat tempur China.

“Garis tengah telah menjadi simbol untuk mencegah konflik militer dan menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan selama bertahun-tahun. Komentar kementerian luar negeri China sama dengan menghancurkan status quo. Saya menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengutuk PKC karena kata-kata dan perbuatannya yang berbahaya dan provokatif yang mengancam perdamaian. China harus mundur,” tegas Wu.

Sementara itu, seperti yang dilansir Al Jazeera dilaporkan bahwa Presiden Taiwan Tsai Ing wen pada Selasa (22/9) tengah memberikan pujian kepada pilot mereka yang telah tampil gagah sebagai pahlawan saat menghadang pesawat tempur China yang hendak mendekati negaranya.

“Aku sangat percaya padamu. Sebagai tentara Republik China, bagaimana kita bisa membiarkan musuh mondar-mandir diwilayah udara kita sendiri?” tegas Tsai. (And/ist)

Berita Lainnya
.

Ops Zebra Kapuas 2018 Petugas Tilang Pengendara
TNI-Polri Gelar Sinergitas Diperbatasan Demi Pemilu 2019
Sadar Hukum, Warga Parempey Serahkan Senjata Mereka
Kapolda Sambangi Aliansi Pemuda Kalbar Diaksi Bela Bangsa
Diklatsar Saka Bahari Lantamal XII Pontianak Di Bengkayang