Tokoh

Iran Layangkan Kecaman Kepada AS Terkait Sanksi Barunya
And | Rabu,23 Sept 2020 - 16:49:56 WIB | dibaca: 86 pembaca

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif/foto ist SSV youtube NBC News

CityPost -  Pemerintah Iran kembali mengecam Amerika Serikat usai negara itu akan kembali memberikan sanksi kepada Teheran terkait persenjataan nuklir yang dimilikinya. Kecaman disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Zarif.

Zarif saat ini menyebut AS sebagai aktor yang tidak bertanggungjawab, khususnya terkait sanksi terhadap Iran. Pernyataan itu disampaikannya melalui saluran digital ke Dewan Hubungan Luar Negeri.

Diketahui sebelumnya pemerintahan Presiden AS Donald Trump kembali menetapkan sikap tegas mereka kepada Iran dan menarik diri dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) 2015 yang biasa disebut kesepakatan nuklir Iran.

Seperti yang dilansir melalui AL Jazeera disebutkan bahwa, kesepakatan antara Iran dan kekuatan dunia membuat Teheran menyetujui untuk mengekang program nuklirnya dan mengizinkan inspeksi internasional reguler terhadap fasilitas nuklir mereka dengan imbalan pencabutan sanksi internasional. Upaya itu kemudian dipuji dan dinilai sebagai pencapaian diplomasi. Namun sayangnya pihak AS secara sepihak kembali menarik diri dari kesepakatan yang dicapai pada 2018 lalu.

“Kami melakukan itu dengan (mantan Sekretaris Negara John Kerry). Tidak mudah untuk memulai negosiasi, yang mengakibatkan JCPOA, itu adalah negosiasi yang sangat sulit, bukan berdasarkan rasa saling percaya tetapi saling menghormati,” tegas Zarif.

Dihadapan CFR, Zarif juga mengatakan bahwa Iran membutuhkan AS untuk menawarkan konsesi sebagai tanda itikad baik untuk membuka kembali negosiasi yang telah dinegosiasikan.

“Konsesi sebagai tanda itikad baik untuk menegosiasikan kembali apa yang telah dinegosiasikan dan saya pikir setelah tahun-tahun yang sangat sulit ini (Presiden AS Donald Trump), itu penting bagi Amerika Serikat. Negara-negara untuk mengirimkan sinyal yang tepat ke Iran, bahwa mereka bersedia mengakhiri kebijakan tekanan ini,” ujar Zarif.

Seiring dengan pernyataan Zarif, Donald Trump dikabarkan juga membuat komentar dan mengumumkan perintah eksekutif yang memblokir akses ke aset keuangan mereka yang terlibat dalam perdagangan senjata atau pelatihan dengan Teheran yang menurutnya diperlukan untuk menegakkan blokade senjata PBB yang akan berakhir pada Oktober dibawah JCPOA. (And/ist)

Berita Lainnya
.

Kemenpar Gelar Workshop Kembangkan Pariwisata Halal Aceh
Nokia Tunda Penerapan 5G
MER-C Siagakan 25 Tenaga Medis di Lokasi Unjuk Rasa
Anies Ikut Langsung Usung Keranda Jenazah Korban Demo
Jokowi Ingin Para Pengganggu Keamanan Ditindak Tegas