Tokoh

Ogah Diintervensi, China Ungkap Tak Ada Bos Dunia
And | Rabu,23 Sept 2020 - 16:50:57 WIB | dibaca: 104 pembaca

Presiden China Xi Jingping/foto ist SSV youtube CGTN

CityPost – Presiden China Xi Jinping mengungkapkan bahwa pihaknya hingga saat ini tidak mau dikontrol atau ada pihak asing yang mencapuri urusan dalam negerinya. Menurutnya, tidak boleh ada yang mengkontrol nasib orang lain apalagi memposisikan sebagai bos dunia.

Komentar Xi Jinping ini ditayangkan sebelumnya melalui media pemerintah China pada Selasa (22/9) usai dia menyampaikannya dalam pertemuan tingkat tinggi dalam momen peringatan 75 tahun PBB.

Seperti yang dilansir melalui Global Times, Xi mengatakan tidak ada satu negarapun yang berhak mendominasi urusan global, mengontrol nasib orang lain atau menyimpan keuntungan dalam pembangunan untuk dirinya sendiri.

“Bahkan seharusnya seseorang tidak diizinkan melakukan apapun yang dia suka dan menjadi hegemon, pengganggu atau bos dunia,” sindir Xi.

Sayangnya, Xi tidak mengungkap sosok siapa dan negara mana yang disindirnya. Namun, dari persiteruan yang terjadi selama ini, banyak yang menilai Xi melontarkan sindiran itu ditujukan kepada pihak AS.

Sementara itu, Xi juga meminta organisasi terbesar didunia harus bisa menegakkan supremasi hukum, khususnya dalam meningkatkan representatif negara berkembang di PBB. Pasalnya hubungan antar negara dan koordinasi kepentingannya harus berdasarkan aturan dan kelembagaan.

“Mereka tidak boleh dikuasai oleh mereka yang mengacungkan tinju kuat keorang lain. Negara-negara besar didunia harus memimpin dengan memberi teladan dalam mengadvokasi dan menegakkan supremasi hukum internasional dan dalam menghormati komitmen mereka,” ujarnya.

Seperti yang dilansir Anadolu Agency, dilaporkan bahwa Presiden China mendesak kepada berbagai pihak untuk tidak melakukan standar ganda atau adanya praktik pengecualian. Sementara terkait penegakkan hukum internasional tidak boleh ada distorsi dan hanya digunakan sebagai dalil untuk melemahkan hak dan kepentingan sah negara lain apalagi untuk kepentingan perdamaian dan stabilitas dunia. (And/ist)

Berita Lainnya
.

DPR Desak Pemerintah Kuatkan Laju Pertumbuhan Ekonomi
Tersangka Pembunuhan Tertangkap setelah 10 Tahun Buron
Belasan Desa di Gorontalo Segera Nikmati Listrik
Produk Kuliner UKM Sumbar Siap Dipamerkan di Jerman
Hujan Deras Tumbangkan Pohon Tertua di Kebun Raya Bogor