Tokoh

Oposisi Belarusia Nyatakan Tidak Anti Rusia
And | Rabu,23 Sept 2020 - 16:55:14 WIB | dibaca: 88 pembaca

Pemimpin Oposisi Belarusia Svetlana Tikhanovskaya/foto ist SSV youtube Guardian News

CityPost – Kelompok oposisi Belarusia menyampaikan bahwa mereka sama sekali tidak anti Rusia khususnya terkait masalaj kesepakatan antara Rusia dan Belarusia. Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Pemimpin Oposisi Svetlana Tikhanovskaya.

Tikhanovskaya mengatakan kendati pihaknya keberatan dengan kesepakatan antara Rusia dan Belarusia namun mereka tidak anti Rusia. Disebutkan kesepakatan itu dibuat pasca pemilihan umum dan maraknya aksi protes yang terjadi.

Tikhanovskaya sendiri saat ini tengah berada dipengasingan dan menyampaikan pernyataannya melalui sesi wawancara media yang dipublikasi pada Minggu (19/9) lalu.

Sementara itu, usai membuat kesepakatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Belarusia terpilih Alexander Lukashenko berjanji bakal mempertimbangkan kembali semua kesepakatan yang baru dicapai usai dia menjabat kembali.

Diketahui, pada KTT Sochi 14 September lalu, Putin berjanji akan memberikan pinjaman sebesar $ 1,5 miliar kepada Belarus sebagai imbalan atas hubungan yang terbina dan kedekatan yang selama ini terjalin.

“Rakyat Belarusia saat ini tidak menganggap Alexander Lukashenko sebagai presiden yang sah. Seorang presiden terpilih secara resmi dimasa depan tentu saja memiliki hak untuk meninjau perjanjian yang disepakati antara negara manapun. Anda harus memahami bahwa kami sama sekali tidak menentang Rusia. Ini adalah opini berlebihan dari satu orang,” tegas Tikhanovskaya (37).

Seperti yang dilansir melalui The Moscow Times dilaporkan bahwa Tikhanovskaya melarikan diri kewilayah Lithuania usai adanya tekanan dari pihak berwenang pasca pemilihan presiden pada 9 Agustus 2020 lalu.

Tikhanovskaya menuding Lukashenko berbuat curang dalam proses pemungutan suara dan menegaskan bahwa dirinyalah pemenang yang sah. Sejak saat itu, aksi-aksi berskala besar mulai mencuat. Ribuan orang turun kejalan-jalan di Minsk dan kota-kota lainnya untuk memprotes hasil pemilu.

Petugas berwenang sejauh ini telah menahan ribuan orang dan ratusan diantaranya banyak yang mengeluh karena mendapatkan penyiksaan dan pelecehan dari para penegak hukum.

Melalui BBC, Tikhanovskaya mengungkapkan penyesalannya terkait Putin yang memilih untuk memberikan dukungan kepada Lukashenko, khususnya pada aksi-aksi protes menolak Lukashenko yang terjadi di Belarusia.

Diketahui, Tikhanovskaya merupakan tokoh politik pemula yang mencalonkan diri sebagai presiden usai suaminya dan saingan Lukashenko dipenjara atau diusir dari Belarusia.

Saat ini, Tikhanovskaya menyatakan bahwa aksi protes yang terjadi di Belarusia bukanlah bentuk perlawanan terhadap Rusia. Dia juga mendesak para menteri Uni Eropa untuk menyetujui sanksi terhadap puluhan pejabat Belarusia yang dituduh melakukan kecurangan pemilu dan aksi kekerasan brutal terhadap para demonstran yang melakukan aksi damai. (And/ist)

Berita Lainnya
.

Polda Papua Barat Perdagangan Motor Curian Antar Pula
World Bank Soroti Sinkronisasi Peraturan Pusat dan Daerah
BPN Prediksi Area Persawahan Semakin Berkurang Tiap Tahun
DPR Dukung Indonesia Kembangkan Energi Panas Bumi
Tidur Melebihi 8 Jam Sehari Berisiko Sakit Jantung