Umum

Aksi Damai Anak NKRI Disusupi Provokasi Massa Liar
Chan | Rabu,14 Okt 2020 - 02:27:44 WIB | dibaca: 38 pembaca

Massa Anak NKRI saat Aksi 1310 di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (13/10/20)/foto ist Akun Twitter DPP FPI

Jakarta, CityPost – Aksi damai menolak disahkannya UU Cipta Kerja Omnibuslaw yang dimotori oleh Aliansi Nasional Anti Komunis (Anak NKRI) terdiri dari Front Pembela Islam (FPI), Alumni PA 212 dan GNPF berubah menjadi kericuhan usai disusupi massa liar yang terus melakukan provokasi kepada aparat keamanan.

Sebelumnya, aksi dan orasi yang disampaikan tiga organisasi massa tersebut dititik pusatkan diwilayah sekitaran Patung Kuda, diareal dekat Istana Presiden Jakarta Pusat. Massa sendiri tidak bisa mendekati Istana pasalnya areal sudah dijaga dan disekat oleh aparat keamanan.

Dari pantauan wartawan citypost, sejak pukul 13.00 siang, massa Persaudaraan Alumni 212, FPI dan GNPF mulai berdatangan memadatkan lokasi unjuk rasa. Massa terlihat tertib dan damai mengikuti komando dari para laskar FPI dan laskar lainnya yang menjaga dan mengatur mereka serta menyerukan untuk tidak melakukan provokasi kepada aparat keamanan.

Namun, usai massa Anak NKRI hendak membubarkan diri pada pukul 15.45 WIB, ada massa lain yang masuk kedalam barisan dan mulai memprovokasi aparat keamanan. Dugaan sementara, massa tersebut memprovokasi aparat dengan melakukan pelemparan air mineral.

Akhirnya kericuhan tidak terelakkan. Pihak aparat terus berteriak kepada massa untuk tidak melakukan pelemparan dan tidak memprovokasi. Namun, aksi pelemparan terus terjadi hingga aparat memukul mundur massa dengan menembakkan gas air mata.

Sementara itu, dari pihak FPI menjelaskan massa tidak dikenal datang dari arah belakang ketika mereka sedang membubarkan diri sambil melantunkan Sholawat Nabi.

“Tak lama, saat massa aksi 1310 bubar, dari arah belakang datanglah gerombolan massa liar yang memancing provokasi kepada massa aksi 1310 dan melempari polisi dengan botol air mineral. Namun, aksi provokasi itu bisa dilerai oleh Laskar FPI yang sedang bersiaga,” ungkap pihak DPP FPI melalui laman akum resmi twitter mereka dan juga sudah dikonfirmasi oleh pihak redaksi citypost. Selasa (13/10).

DPP FPI menjelaskan bahwa mereka menyerukan kepada Laskar FPI untuk memastikan semua massanya sudah pergi meninggalkan area unjuk rasa setelah massa liar tiba.

“Khawatir menjadi fitnah, setelah memastikan Massa Aksi 1310 sudah meninggalkan area demo. Maka Panglima Laskar FPI menarik mundur semua laskarnya dan menyerahkan ke aparat bahwa massa yang baru hadir diluar tanggungjawab laskar,” tegas pihak FPI.

FPI menyatakan bentrokan akhirnya terjadi hingga ke wilayah Bundahan HI dan disepanjang jalan Jenderal Sudirman, Tugu Tani dan area RSIA Budi Kemuliaan.

“Massa ini kami tegaskan bukan massa aksi 1310,” ujar pihak DPP FPI. 

Kapolda Metro Jaya Irjenpol Nana Sudjana juga mengatakan aksi anak NKRI berjalan dengan damai dan lancar namun ada massa cair yang kemudian memprovokasi dan membuat kericuhan yang terdiri dari anak-anak anarko dan pelajar.

"Ketika ANAK NKRI selesai mereka (pelajar) kembali, anak-anak Anarko inilah kemudian bermain. Ada kurang lebih 600-an mereka berupaya memprovokasi, awalnya kita bertahan tidak terpancing. Tapi mereka terus melempari, kemudian dalam kondisi itu kami melakukan pendorongan dan penangkapan," terangnya.

Nana mengatakan kini pihaknya sudah mengamankan 500 orang termasuk dari kelompok Anarko terkait demonstrasi hari ini. Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap ratusan orang tersebut. (Chan)

Berita Lainnya
.

Haruka Nakagawa jadi duta persahabatan 60 Tahun RI-Jepang
Pesta Adat Suku Jerieng Pertahankan Nilai Kearifan Lokal
Earphone Diprediksi Makin Populer di 2018
PBSI : Komposisi Pelatnas untuk Musim 2018 Akan Diperbaharui
Mahasiswa Unida Membuat Sabun Halal Sekali Pakai