Peristiwa

Kebakaran Sumur Minyak India Akhirnya Berhasil Dipadamkan
And | Senin,16 Nov 2020 - 19:59:43 WIB | dibaca: 52 pembaca

Kebakaran sumur minyak di India/foto ist SSV youtube Hindustan times

CityPost – Kobaran api yang membakar sumur minyak India dan sudah berlangsung selama 5 bulan akhirnya bisa dipadamkan. Informasi itu disampaikan langsung oleh pejabat setempat pada Minggu (15/11) lalu diwilayah bagian Assam, timur laut India.

Pemadaman api itu sendiri disebutkan berhasil dilakukan oleh Insinyur dari Oil India Limited (OIL) milik negara. Mereka berhasil memadamkan api di sumur minyak Assam usai meledak pada 9 Juni lalu hingga mengeluarkan gas alam dalam jumlah besar.

Peristiwa ledakan dan kebakaran itu telah menewaskan dua orang karyawan perusahaan negara tersebut dan memicu pembentukan dinding api serta gumpalan asap hitam membumbung ke langit. Dilaporkan pekerja ketiga meninggal dunia pada September lalu usai kecelakaan kembali terjadi di Assam.

Seperti yang dilansir melalui AL Jazeera dilaporkan bahwa sejumlah ahli dari Singapura, Amerika Serikat dan Kanada telah didatangkan ke wilayah Assam, India untuk membantu memadamkan kobaran api yang membakar sumur minyak.

Hal itu disampaikan oleh juru bicara Oil India Tridiv Hazarika pada Minggu (15/11) lalu. Dia mengatakan saat ini kobaran api yang membakar sumur minyak Assam benar-benar sudah padam.

“Sumur itu telah mati dengan larutan air garam dan sekarang bisa dikendalikan. Tidak ada tekanan di sumur sekarang dan akan diobservasi selama 24 jam untuk memeriksa apakah ada jumlah migrasi gs dan peningkatan tekanan,” ungkap Hazarika seperti yang dilansir melalui kantor berita AFP.

Terkait kebakaran itu sendiri, pihak terkait mengaku sudah memindahkan penduduk yang berada di distrik Tinsukia ke kamp pengungsian selama kebakaran belangsung.

Korban lainnya yang terdampak adalah salah satu petani yang tinggal disamping lokasi kembakaran. Dia mengaku rumahnya rusak akibat peristiwa tersebut dan mengharapkan pihak berwenang mengkompensasi sepenuhnya kerugian yang dideritanya.

“Bahkan jika api padam, kami tidak mungkin pergi dan tinggal dirumah itu lagi. Kami kehilangan bukan hanya sapi, kambing, ladang, tanaman, tetapi juga kedamaian mental dan fisik kami,” ungkap petani yang belakangan diketahui bernama Akheshwar Chetia mengutip surat kabar The Indian Express.

Diketahui, kebakaran sumur minyak itu terjadi diladang minyak Baghjan, tepatnya disebelah Taman Nasional Dibru-Saikhowa yang merupakan lokasi kawasan basah. Kebakaran juga mengancam punahnya sejumlah species termasuk harimau dan gajah, termasuk burung-burung yang di cagar budaya.

Laporan institut satwa liar India menyebutkan pada laporan bulan Juli menyatakan bahwa tumpahan minyak telah berdampak dalam skala besar pada kehidupan tumbuhan dan hewan setempat.

“Racun yang dilepaskan diketahui memiliki persistensi jangka panjang ditanah dan sedimen yang tidak hanya akan mempengaruhi kondisi kehidupan saat ini, tetapi karena pelepasan berkelanjutan dalam jangka panjang, menimbulkan resiko kesehatan yang serius untuk jangka panjang,” ungkap Institut Satwa Liar India.

Atas kebakaran sumur minyak itu, India melaporkan menderita kerugian sebesar $ 30,5 juta pada akhir September. Data itu mengacu pada keuangan kuartalan perusahaan yang dirilis pada minggu lalu. (And/ist)

Berita Lainnya
.

Jelang Pertemuan Trump-Kim, Pejabat Singapura Bakal Ke Korut
Biaya Denuklirisasi Bisa Mencapai Miliar Dolar
China Tuding AS Lakukan Provokasi Di LCS
Jelang KTT Trump-Kim, Wilayah Udara Singapura Diperketat
Satu Lagi Warga Palestina Ditembak Mati Israel