Tokoh

Macron Akui Malu Ada Polisi Perancis Rasis
And | Senin,30 Nov 2020 - 14:48:32 WIB | dibaca: 89 pembaca

Presiden Perancis Emmanuel Macron/ foto ist SSV Youtube Emmanuel Macron

CityPost – Presiden Perancis Emmanuel Macron menegaskan saat ini dirinya sangat malu usai melihat dan mendengar ada anggota kepolisian Perancis yang melakukan aksi rasisme terhadap warga kulit hitam dinegaranya.

Pernyataan Macron itu mengacu pada video aksi pemukulan polisi Perancis terhadap seorang produser musik yang merupakan warga kulit hitam. Presiden Perancis menilai aksi itu sangat memalukan bagi Perancis dan pemerintah harus mencari cara untuk mengembalikan kepercayaan publik atas apa yang terjadi.

Disebutkan, korban pemukulan itu bernama Michel Zecler yang merupakan produser musik. Selain dipukul, Zecler sendiri mengaku kerap dilecehkan secara rasial oleh petugas kepolisian itu. Pengakuannya dikuatkan dengan adanya rekaman video CCTV yang dirilis, dimana didalamnya terlihat gambar anggota polisi dengan melakukan pemukulan terhadapnya. Insiden itu sejauh ini sudah ditangani dan diselidki oleh pengawas polisi.

Kantor Kejaksaan Paris menyampaikan bahwa, keempat polisi pemukul Zecler, saat ini sudah ditahan dan diinterogasi dalam proses penyelidikan. Pemukulan yang terjadi didalam pintu masuk sebuah gedung terekam kamera CCTV dan kini sudah beredar ditengah masyarakat luas. Bahkan aksi rasisme itu menjadi pemberitaan utama diseluruh kawasan Eropa.

“Semua video yang telah kita lihat tentang serangan terhadap Michel Zecler tidak dapat diterima, itu memalukan bagi kita semua. Perancis seharusnya tidak pernah mengizinkan kekerasan atau kebrutalan, tidak peduli siapapun. Perancis tidak akan membiarkan kebencian atau rasisme berkembang,” tegas Macron yang juga menuliskan pernyataannya melalui laman facebook pribadinya.

Macron mengatakan, kepolisian harus menjadi teladan. Pemukulan Zecler sangat beresiko dan bisa memicu mengobarkan ketegangan rasial dengan tuduhan kebrutalan polisi berulang kali terhadap komunitas kulit hitam dan etnis. Masalah seperti itu akan membekas didalam benak banyak orang khususnya setelah ada peristiwa kematian warga kulit hitam keturunan Afrika-Amerika George Floyd di Minneapolis yang melahirkan gerakan “Black Lives Matter.” (And/ist)

Berita Lainnya
.

Ratusan Ribu Panel Surya Bakal Dipasang Di Pulau Terluar
Kapolda Papua Memimpin Pengibaran Merah Putih di Bawah Laut
Menteri BUMN Bangga Kibarkan Merah Putih di Pulau Liran
2 Penyelundup Sabu Di Dor BNN
DK PBB Terapkan Sangsi Tegas Untuk Korea Utara