Peristiwa

Upacara Pemakaman Maradona Dilakukan Terbatas
And | Senin,30 Nov 2020 - 14:52:32 WIB | dibaca: 76 pembaca

Iring-iringi mobil jenazah Diego Maradona menuju upacara pemakaman/foto ist SSV youtube AFP

CityPost – Upacara pemakaman bintang lapangan asal Argentina Diego Maradona dilakukan secara pribadi dan tertutup. Hanya ada sekitar 20 an orang yang diperkenankan hadir dalam proses pemakaman itu.

Hal ini kemudian banyak dipertanyakan para penggemarnya, pasalnya, saat disemayamkan di Istana Kepresidenan Argentina, jenazah Diego Maradona dilayat oleh puluhan ribu pelayat dan penggemar yang menangisi kepergiannya.

Suasana haru terjadi ketika para pelayat satu persatu melihat dan melintasi peti mati Maradona. Mereka larut dalam kesedihan. Ada yang berdoa, ada yang melempari syal dan suvenir tanda simbol kecintaan mereka terhadap bintang legend sepakbola dunia itu.

Dalam proses pemakamannya, hanya anggota keluarga dan teman dekat yang diperbolehkan hadir dan ada dalam proses pemakaman di Jardin Bella Vista, sebelum akhirnya Maradona dikuburkan disebelah makam orang tuanya, Dalma dan Diego.

Para penggemar yang tidak bisa menghadiri pemakaman Maradona, hanya berkumpul dan bejejer dipinggir jalan sambil mengibarkan bendera Argentina untuk mengiringi kepergian orang yang mereka cintai dan idolakan.

Semua orang menyanyikan lagi kebangsaan sepakbola dan mengibarkan bendera dipinggir jalan raya saat iring-iringi jenazah Diego Maradona melintas dengan pengawalan yang ketat. Semua orang berdiri khidmat lebih dari 20 blok. Mulai dari Plaza de Mayo, tempat masyarakat Argentina merayakan kemenangan piala dunia yang dipimpin oleh Maradona pada Piala Dunia 1986 silam.

Sebelumnya, acara persemayaman juga sempat mengalami insiden, Dimana polisi mempercepat proses para pelayat yang ingin melihat jenazah Maradona di Istana Presiden. Saat itu polisi menghentikan kerumunan para pelayat hingga memicu kemarahan banyak orang. Para pelayat melempari polisi dengan batu dan benda-benda lainnya sedangkan polisi membalasnya dengan tembakan peluru karet.

Kericuhan itu membuat panitia kewalahan. Dilaporkan ada sejumlah orang yang cidera dan ditangkap karena membuat kegaduhan dan melempari polisi. (And/ist)

Berita Lainnya
.

Cegah Politik Uang Merajalela di Munaslub Golkar, Komite Etik Diminta Bekerja Maksimal
Singapura klarifikasi soal perjanjian ekstradisi dengan RI
Mau Menumpang Mobil Otonom Google?
Tandatangani Kontrak 2 Tahun, Vinales Resmi Bergabung dengan Yamaha
Gadis 16 Tahun Diperkosa 113 Pria, Termasuk Polisi, Selama 2 Tahun