Peristiwa

AS Jatuhkan Sanksi Baru, China Kembali Layangkan Kecaman
And | Selasa,01 Des 2020 - 15:11:35 WIB | dibaca: 83 pembaca

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian/foto ist SSV youtube CGTN

CityPost – Pemerintah Amerika Serikat saat ini kembali menjatuhkan sanksi-sanksi unilateral bagi China setelah sejumlah sanksi tambahan yang juga diterapkan bagi negeri Tiongkok. Tidak terima terus disanksi, China akhirnya melayangkan kecaman.

Melalui Kementerian Luar Negeri China pada Kamis (26/11) lalu, mereka mulai melayangkan kecaman bagi Amerika Serkat atas sanksi unilateral atau yang disebut Long Arm Jurisdiction (yurisdiksi lengan panjang) setelah AS mengumumkan sanksi tambahan bagi entitas China.

Disebutkan, yurisdiksi lengan panjang merupakan sebuah aturan hukum, dimana nantinya pengadilan dimungkinkan mendapatkan yurisdiksi pribadi terhadap tergugat diluar negeri atas dasar tindakan tertentu yang dilakukannya, selama tergugat memiliki hubungan dengan negara bersangkutan.

Informasi itu disampaikan melalui Departemen Luar Negeri via Federal Register atau daftar pemerintah federak per tanggal 25 November. Saat ini mereka menyebutkan ada dua perusahaan China yakni Chengdu Best New Materials dan Zibo Elim Trade telah diberikan sanksi berdasarkan UU Non Proliferasi Iran, Korea Utara dan Suriah.

Menurut Juru Bicara Kemenlu China, Zhao Lijian, sanksi itu digambarkan sebagai tindakan serius yang keliru dan untuk itu China meminta Amerika Serikat segera mencabutnya.

“China telah menyampaikan keberatan serius kepada Amerika atas masalah ini. China secara konsisten menentang pemberlakuan sanksi secara sepihak dan penggunaan long arm jurisdiction pada negara lain. Kami mendesak Amerika untuk segera memperbaiki tindakan yang salah itu dan mencabut sanksi ilegal tersebut. China akan tetap berkomitmen untuk menegakkan  rejim non proliferasi internasional dan dengan tegas telah memenuhi kewajiban atas hal itu, seraya menjaga hak dan kepentingan yang sah,” tegas Lijian. (And/ist)

Berita Lainnya
.

Meksiko Tetapkan Status Darurat Kesehatan Cegah Corona
Bank Dunia Ungkap Perlambatan Ekonomi Akibat Corona
AS Sumbang 8 Juta USD Bagi Sudan untuk Hadapi Corona
WHO Larang Gunakan Masker Wajah Untuk Tangkal Corona
Trump Bakal Gelar Test Covid19 Bagi 1 Juta Orang Di AS