Peristiwa

Dokter Neurologi Diperiksa Terkait Kematian Maradona
And | Selasa,01 Des 2020 - 15:30:25 WIB | dibaca: 80 pembaca

Mendiang Diego Maradona/foto ist SSV youtube BBC News

CityPost – Kematian bintang sepakbola dunia, Diego Maradona tengah menyisakan kesedihan yang mendalam. Baik dari masyarakat Argentina maupun masyarakat dunia pecinta bola yang menjadi penggemarnya selama ini.

Maradona cukup dikenal sebagai sosok yang elegan dan piawai dalam menjalin hubungan persahabatan kepada siapapun. Bahkan motivasinya terhadap kesuksesan banyak digelontorkan kepara juniornya yang juga pemain bintang dilapangan hijau seperti Lionel Messi dan Ronaldinho.

Namun, banyak pihak yang tidak sepenuhnya ikhlas menerima kematian bintang pujaannya itu. Alhasil pasca Maradona dioperasi kepalanya lalu mengalami serangan jantung dan akhirnya meninggal dunia. Sejumlah pihak mulai mempertanyakan penyebab kematian si pencetak gol tangan Tuhan itu.

Belakangan, polisi Argentina tengah menggeledah rumah dan kantor salah seorang dokter yang selama ini menangani Maradona. Para penyidik itu menyita semua dokumen medis sebagai bagian dari penyelidikan kematian Maradona yang meninggal diusia yang ke 60 tahun.

Sementara itu, pakar neurologi Leopoldo Luque mengatakan dihadapan awak media bahwa usai polisi menggeledah rumahnya pada Minggu (29/11) lalu. Dia mengatakan sudah memberikan semua dokumen perawatan Maradona, baik komputer, piranti keras maupun ponselnya.

Luque sambil menangis mengaku sudah memberikan perawatan terbaik bagi bintang pujaannya itu. Dia juga menyatakan sangat tahu dengan yang dilakukannya terkait cara merawat Maradona yang meninggal karena serangan jantung pada Rabu (25/11) lalu.

“Saya tahu apa yang saya lakukan. Saya tahu bagaimana melakukannya. Saya sangat yakin bahwa saya melakukan yang terbaik bagi Diego semampu saya,” ungkap Luque.

Luque sendiri mengaku dia bukan dokter kepala Maradona tetapi hanya bagian dari tim medis penanganan bintang Argentina itu.

Disebutkan saat ini para penyelidik telah meminta pernyataan dari keluarga Maradona terkait penanganan medis yang diterima Maradona sebelum meninggal dunia. Seperti yang dilansir melalui pernyataan kantor Kejaksaan San Isidro.

Menurut Luque, Maradona adalah pasien yang sulit diatur. Bahkan dia pernah mengusir dokter dari rumahnya beberapa kali. Dia hanya melakukan apa yang dia mau dan selama ini Maradona sudah menderita masalah kesehatan karena alkohol, narkoba yang juga hampir meninggal dunia karena hal itu pada tahun 2000-2004 silam.

“Diego melakukan apa yang ia mau. Diego perlu bantuan. Tidak ada jalan untuk meyakinkannya,” ujar Luque. (And/ist)

Berita Lainnya
.

PDIP Beri Apresiasi Kerja Hakim MK
Demi Persatuan Bangsa Jokowi Dan Prabowo Diminta Bertemu
Maju Jadi Caketum Golkar, Bamsoet Terus Dapat Dukungan
Komite II DPD Bahas Regulasi Keselamatan Transportasi
Tol Cisumdawu Ditargetkan Selesai Akhir 2020