Umum

Parmusi Desak Pemerintah Kembali Pada Cita-Cita Indonesia
Bunayya | Selasa,01 Des 2020 - 19:12:59 WIB | dibaca: 90 pembaca

Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I Parmusi, Senin (30/11)/foto Bunayya Citypost

Jakarta, CityPost – Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) tengah mendesak pemerintah dan DPR RI untuk segera mengembalikan Indonesia kedalam tatanan yang sesuai dengan cita-cita luhur bangsa.

Desakan itu disampaikan Parmusi dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I yang digelar pada Senin (30/11) malam lalu dan dihadiri oleh seluruh peserta baik dari pengurus pusat maupun daerah.

Mayoritas peserta Mukernas menilai saat ini Indonesia sudah menjauh dari cita-cita Proklamasi, UUD 1945 dan Pancasila yang selama ini harusnya menjadi domain utama dalam bernegara dan bermasyarakat sehingga kehidupan masyarakat Indonesia lebih bermartabat ditengah harmonisasi pergaulan sesama anak bangsa dan dunia.

Menyikapi berbagai fenomena dan dinamika yang terjadi di Indonesia saat ini, seperti Covid-19, maraknya korupsi, kriminalisasi ulama dan kerusakan alam. Parmusi menyampaikan lima rekomendasinya kepada pemerintah dan DPR RI untuk segera melakukan kebijakan yang seimbang, aspiratif dan demokratif demi sebuah harmonisasi tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara agar lepas dari semua kepentingan politik praktis yang cenderung memecah-belah.

Kelima rekomendasi yang diajukan kepada pemerintah dan DPR antara lain;

Pertama, Parmusi mendesak pemerintah dan DPR membuat kebijakan yang seimbang antara aspek kesehatan dan kesejahteraan agar fenomena pandemi Covid-19 yang terus meningkat dan berujung pada gelombang PHK serta meningkatnya angka kemiskinan bisa ditekan. Pasalnya sejauh ini belum ada tanda-tanda Covid-19 akan mereda ditengah meningkatnya angka penularan yang terus naik.

Kedua, Rendahnya sense of crisis atas kondisi bangsa ini, khususnya dalam konteks integritas dan amanah pada level kementerian dan DPR yang masih melakukan korupsi ditengah situasi pandemi saat ini, membuat miris banyak pihak. Untuk itu Parmusi mendesak Presiden agar segera melakukan reshuffel kabinet dengan catatan memilih kabinet baru yang terbebas dari kepentingan politik oligarki dan mengedepankan zagen cabinet alias kabinet ahli dengan profesionalitas yang baik dalam skala akademisi maupun praktisi.

Ketiga, Parmusi meminta pemerintah dan Tentara Nasional Indonesia untuk segera menjalin komunikasi dengan umat Islam. Semua elemen harus bersinergi dalam menjaga harmonisasi berbangsa dan bernegara. Khususnya diera derasnya arus komunikasi global. Komunikasi dan harmonisasi diperlukan untuk menjaga tatanan agar peristiwa kelam seperti Pemberontakan PKI tidak terulang dimasa kini.

Keempat, Parmusi meminta mimbar kebebasan dakwah dan keagamaan tidak diitervensi pasalnya kebebasan itu sudah diatur dalam UU 1945 dan dijamin oleh konstitusi. Semua menjadi satu bagian pilar dalam membangun moralitas dan keadaban bangsa. Hal ini harus menjadi perhatian dan kebijakan yang lebih aspiratif tanpa diskriminatif, apalagi sampai mengkriminalisasi ulama.

Kelima, Parmusi mencermati masalah bencana alam yang kerap melanda Indonesia belakangan ini disejumlah daerah. Kerusakan lingkungan hidup dan ekosistem alam karena adanya penebangan hutan, pertambangan yang tidak mengindahkan keseimbangan selalu menjadi pemicu bencana.

Parmusi menegaskan bencana alam yang terjadi bukan hanya sebagai musibah yang datangnya dari Allah SWT semata, melainkan sebagai peringatan Allah SWT agar manusia tidak melakukan kerusakan dimuka bumi.

Terkait kerusakan lingkungan hidup yang selalu memicu bencana ini, Parmusi mendesak pemerintah Indonesia untuk menjaga keseimbangan lingkungan hidup dan ekosistem alam dengan konsekuensi yang ada demi menjaga keberlangsungan kehidupan makhluk dimuka bumi ini. (Bun)

Berita Lainnya
.

Polisi Bakal Menggelar Operasi Ketupat 2019
Sebanyak 22 TPS Bakal Gelar PSU
Warga Madura Geruduk KPU Minta Jokowi-Maruf Didiskualifikasi
Ariel Tatum Rilis Lagu Anyar, Sampai Mati
Warga Solo Demo KPU Agar Netral Dan Jurdil