Mikro

Kemenkop Optimis Strategis Adaptasi Bisa Naikan Ekspor UMKM
Agus | Selasa,05 Jan 2021 - 15:32:01 WIB | dibaca: 40 pembaca

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM bidang Ekonomi Kerakyatan, M. Riza Damanik/foto Agus citypost

Jakarta, CityPost – Setahun sudah pandemi Covid19 berlalu, namun belum ada tanda-tanda wabah itu akan berakhir. Malahan saat ini disebutkan muncul virus corona varian baru dari Inggris yang semakin menambah kekhawatiran dunia.

Menyikapi masalah pandemi yang tak kunjung usai, khususnya yang tengah mengimbas sektor ekonomi kecil dan menengah. Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM tetap berkomitmen menggeliatkan dan membangkitkan kembali ekonomi melalui UMKM.

Sejauh ini pihak Kementerian Koperasi dan UKM mengaku optimis geliat ekonomi bisa bangkit melalui ekspor UMKM. Kendati saat ini hanya 14,37 persen, namun kontribusi ekspor UMKM akan meningkat signifikan menjadi 15,12 persen pada tahun 2021. Angka itu akan terus naik hingga tahun 2024 menjadi 21,60 persen.

“Kita ingin menggunakan peta jalan ini sebagai acuan KUMKM dimasa depan. Kita optimis akan ada peningkatan signifikan hingga 2024,” ungkap Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM bidang Ekonomi Kerakyatan, M. Riza Damanik saat menjelaskan Outlook 2021 tentang Adaptasi dan Transformasi KUMKM di Jakarta.

Riza mengatakan, ada 6 indikator strategis untuk mewujudkan koperasi modern dan UMKM naik kelas serta sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Indikator tersebut adalah peningkatan kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) UMKM, PDB koperasi, ekspor UMKM, pertumbuhan start-up koperasi, koperasi modern dan UKM naik kelas.

"Kita dorong UMKM naik kelas, koperasi modern, sekaligus kewirausahaan semakin meningkat. Pada tahun 2021, kita menargetkan PDB UMKM menjadi 62,36%, PDB koperasi 7,54%, kontribusi ekspor UMKM 15,12%, pertumbuhan start-up berbasis inovasi dan teknologi 900 unit, 150 unit koperasi modern dan 0,55% UKM naik kelas," katanya.

Riza menjelaskan, indikator tersebut disusun dengan mempertimbangkan beberapa hal diantaranya, modalitas UMKM dan koperasi saat ini, kondisi ekonomi dalam dan luar negeri saat ini dan ke depannya, serta masukan-masukan yang datang dari berbagai pihak, termasuk para akademisi, asosiasi, pelaku UMKM dan koperasi serta daerah. Indikator tersebut kata Riza, akan menjadi acuan kolaborasi pengembangan koperasi dan UMKM ke depan.

"Pada 2024 diharapkan kontribusi UMKM terhadap PDB Nasional menjadi 65%, PDB koperasi 11,54%, kontribusi ekspor UMKM 21,60%, start-up berbasis inovasi dan koperasi 850 unit, koperasi modern berbasis digital 100 unit dan rasio kewirausahaan 3,95%," ujar Riza.

Menurut Staf Khusus MenkopUKM, Indonesia berada di posisi ke-4 negara dengan jumlah start-up terbanyak. Hal itu menjadi modal besar untuk mewujudkan start-up berbasis inovasi dan teknologi. Selain itu menurut Riza, dengan disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja, maka akan mempercepat tumbuh kembangnya koperasi di Indonesia.

"Peluangnya percepatan digitalisasi koperasi justru ada di UU Cipta Kerja. Dengan begitu akan semakin banyak anak muda tertarik menjadi anggota koperasi, mengembangkan usaha berbasis koperasi dan bangga untuk berkoperasi," tutup Riza. (Agus)

Berita Lainnya
.

Sahid Osing Resort Tawarkan Sensasi Menginap Yang Unik
PSSI Antisipasi Praktik Manipulasi Umur Pemain Liga 3
Perkuat Diplomasi, KBRI Moskow Gelar Kejuaraan Badminton
Pemprov DKI Jakarta Simulasikan Transportasi Asian Games
Tim Riset UGM Sukses Lakukan Uji Coba Rudal Pasopati