Tokoh

Chaos Capitol, Trump Salahkan Penganut Anti Fasis
And | Selasa,12 Jan 2021 - 21:31:56 WIB | dibaca: 41 pembaca

Presiden Amerika Serikat Donald Trump/ foto ist SSV youtube Insider News

CityPost – Kericuhan yang terjadi di Gedung Capitol Amerika Serikat yang telah menewaskan lima orang warga termasuk seorang polisi saat ini tengah direspon oleh pemimpin-pemimpin didunia. Peristiwa itu disebut sebagai momen buruk bagi demokrasi AS yang selama ini dikenal sebagai negara pengagung demokrasi.

Menyikapi peristiwa kericuhan itu, Presiden AS Donald Trump, akhirnya angkat bicara. Dia secara pribadi menegaskan bahwa peristiwa Capitol dipicu oleh orang Antifa yang menyerbu ke gedung tersebut pada Rabu lalu.

Namun, komentar Trump ini berbeda dengan laporan situs Web Axios yang menyampaikan bahwa ada bukti yang jelas dalam tayangan video bahwa yang melakukan penyerbuan ke Gedung Capitol adalah para pendukung Donald Trump.

Diketahui, Antifa adalah singkatan dari Anti Fasis. Sebuah gerakan amorf yang terlibat bentrok dengan kelompok sayap kanan dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan kabarnya, Trump akan segera memberikan label kelompok Antifa dengan predikat organisasi teroris seiring dengan adanya peristiwa pembunuhan warga Afrika-Amerika George Flyod yang tewas dibawah digencet dengkul polisi Minneapolis.

Seperti yang dilansir melalui Al Jazeera, komentar Trump itu sendiri diketahui dari pernyataannya yang dibuat selama dia melakukan panggilan telepon 30 menit dengan Pemimpin Minoritas DPR Kevin McCarhty pada Senin pagi.

Sementara itu, McCarthy sendiri mengatakan kepada Trump dalam saluran telepon itu bahwa serangan di Capitol dilakukan bukan oleh Antifa melainkan oleh kelompok MAGA yang merupakan pendukung Trump.

“ini bukan Antifa, ini MAGA (Pendukung Trump). Aku tahu. Saya ada disana,” tegas McCarthy seperti yang dilansir melalui laporan Axios.

Bahkan, McCarthy saat ini menyarankan Trump untuk menemui Presiden AS terpilih Joe Biden, menurut laporan Axios.

Diketahui, kerusuhan yang terjadi di Capitol yang dilakukan oleh para pendukung Trump  karena ihwal desakan penundaan sertifikasi kemenangan Joe Biden dan Kamala Harris yang dilontarkan Trump melalui pidatonya.

Trump tanpa memberikan bukti mencoba menantang validasi kemenangan Biden dalam pemilu presiden lalu. Sebelumnya saat kerusuhan, Trump sempat memuji para pendukungnya, lalu saat ini dia berubah dan mengutuk aksi kerusuhan di Capitol.

Sementara itu, keberadaan kelompok Antifa kabarnya kerap dikambinghitamkan oleh kelompok konservatif Amerika Serikat, termasuk Donald Trump karena sikap oposisi mereka yang selalu berseberangan dengan para pendukung sayap kanan Presiden AS Donald Trump. (And/ist)

Berita Lainnya
.

Skimming Marak, JK Minta Perbankan Perbaiki Sistem IT
Cegah Skimming, Kepolisian Gelar Patroli di Sejumlah ATM
KPK Tetapkan Wali Kota Malang Tersangka Suap APBD
Pendiri WhatsApp Ajak Masyarakat Dunia Hapus Akun Facebook
Sejumlah Pekerjaan Diproyeksi Tergerus Digitalisasi