Tokoh

Trump Akhirnya Setuju Status Darurat Di Ibukota AS
And | Rabu,13 Jan 2021 - 21:33:07 WIB | dibaca: 51 pembaca

Presiden Amerika Serikat Donald Trump/ foto ist SSV youtube Insider News

CityPost – Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dimasa-masa akhir periode jabatannya didera dengan banyaknya kecaman usai para pendukungnya membuat kerusuhan di Gedung Capitol yang telah menewaskan lima orang saat peristiwa itu terjadi.

Alhasil sebelum pelantikan Presiden AS terpilih Joe Biden dan Wapres Kamala Harris dilantik, status ibukota AS itu sendiri disebut dalam keadaan darurat. Saat ini, kantor pers Gedung Putih menyatakan bahwa Trump akhirnya juga menyetujui status pernyataan darurat di Ibukota AS terkait potensi ancaman yang akan menimpa Joe Biden.

Dengan demikian, perintah dan status darurat itu nantinya akan mengizinkan pihak federal memberikan bantuan yang akan diperpanjang hingga 24 Januari 2021 mendatang.

Seperti yang dilansir melalui Al Jazeera, status darurat itu secara umum dikatakan bisa memungkinkan Badan Manajemen Darurat Federal untuk mengidentifikasi, memobilisasi dan menyediakan keperluan untuk kebijakan sendiri, seperti peralatan dan sumber daya yang diperlukan untuk mengurangi dampak keadaan darurat.

Langkah penerapan status darurat itu dilakukan usai para perusuh yang merupakan pendukung Trump menyerbu gedung Capitol pada 6 Januari 2021 lalu untuk memberikan dukungan klaim palsu Trump bahwa pemilu AS sudah dicuri darinya.

Sebanyak lima orang tewas dalam peristiwa kerusuhan itu, salah satunya seorang polisi yang bertugas mengamankan di Gedung Capitol.

Sementara itu, peringatan lainnya datang dari Biro Investigasi Federal (FPI). Mereka memperingatkan melalui buletin internal bahwa adanya kemungkinan terjadi protes bersenjata disemua 50 negara bagian dan diwilayah Ibu Kota AS beberapa hari menjelang Joe Biden dan Kamala Harris dilantik sebagai presiden dan wakil presiden AS menggantikan Donald Trump dan Mike Pence.

Peringatan itu juga direspon oleh Walikota Washington DC, Muriel Bowser yang mengaku sudah mengirimkan surat untuk meminta bantuan pengamanan yang lebih ketat menjelang pelantikan presiden AS.

Melalui Departemen Keamanan Dalam Negeri, Bowser meminta lembaga itu memperpanjang ketentuan darurat agar lembaga federal ataupun lokal lebih bisa mempersiapkan pelantikan dan meminta pengarahan intelijen dan ancaman harian dari FBI, mulai dari 11 sampai 24 Januari 2021 mendatang.

Sementara itu, terkait peristiwa Capitol yang membuat citra buruk AS dimata dunia, Partai Demokrat AS mendesak adanya dakwaan terhadap Trump usai menghasut para pendukungnya sehingga menyerbu Gedung Capitol.

Pihak DPR AS diminta untuk mengambil sikap tegas kepada Trump dan mendesak untuk diadakan pemakzulan atas sikap yang tidak layak dalam memenuhi tugas.

Ketua DPR AS dari Partai Demokrat Nancy Pelosi menegaskan bahwa Presiden Trump merupakan ancaman segera bagi bangsa dan harus segera dicopot dari jabatannya. (And/ist)

 

Berita Lainnya
.

Airlangga Didukung 80 Persen Peserta Munas
Pemerintah Tetapkan Tiga Proyek Unggulan Jatim
PPP Instruksikan Kader Internal Ikut Pilkada 2020
TNI AL Giatkan Latihan Perang Siber dan Perang Informasi
Jokowi Terbitkan Perpres Tunjangan Kinerja Pegawai LIPI