Peristiwa

WHO Bilang Penyelidikan Corona Di China Hanya Cari Jawaban
And | Rabu,13 Jan 2021 - 21:41:03 WIB | dibaca: 56 pembaca

Kepala WHO untuk Keadaan Daurat Mike Ryan/foto ist SSV youtube Marco Derksen

CityPost – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali meyakinkan masyarakat dunia terkait misi penyelidikan mereka untuk mencari asal-usul sumber virus corona yang pertama kalinya hingga menyebar kesemua negara dan membunuh jutaan orang diseluruh dunia.

Setelah setahun sudah virus corona menyebar dan WHO menetapkan sebagai Pandemi Covid19, WHO akhirnya baru memulai penyelidikan asal-usul virus tersebut yang semua mencuat dari Kota Wuhan, China.

Kepala WHO untuk Keadaan Daurat Mike Ryan menyatakan bahwa upaya penyelidikan asal-usul virus corona di China bukanlah untuk menyalahkan seseorang, melainkan untuk mencari jawaban yang nantinya bisa menyelamatkan manusia dimasa mendatang.

“Disini kami mencari jawaban yang dapat menyelamatkan kita semua dimasa mendatang. Bukan siapa pelakunya dan bukan mencari orang untuk disalahkan,”tegas Ryan pada Senin (11/1) lalu.

Bahkan, kata Ryan. Jika nantinya memang ada suatu kesalahan, maka dia menyerukan kesalahan bisa ditimpakan pada perubahan iklim.

“Kita bisa menyalahkan perubahan iklim. Kita dapat menyalahkan pengambilan keputusan yang dibuat 30 tahun lalu tentang segala hal mulai dari urbanisasi hingga cara kita mengeksploitasi hutan,” ujarnya.

Senada dengan Ryan, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan bahwa tim yang dikirimkannya ke China akan mencari tahu sumber awal infeksi virus corona yang ada di Kota Wuhan, China sebagai pusat penyebaran wabah tersebut.

Diketahui, sejauh ini wabah virus corona belum juga berakhir. Bahkan saat ini disebut memasuki fase penularan kedua yang juga terus meningkat secara signifikan.

Lonjakan Covid19 terjadi disejumlah negara seperti di Perancis. Pada Senin (11/1) Universitas Johns Hopkins  Coronavirus Resources Center mencatat ada peningkatan kasus positif sebanyak 18 ribu per harinya. Angka ini menjadi tertinggi dalam satu bulan belakangan ini. Perancis menjadi negara tertinggi keenam dengan tingkat kumulatif penularan Covid19 mencapai 2,8 juta.

Setelah Perancis ada Inggris. Dinegara ini, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan adanya termuan varian virus corona baru yang agresif dan cepat menular dengan tingkat penularan mencapao 70% dan dinilai lebih ganas dari sebelumnya. Alhasil, Johnson lalu menetapkan Karantina Total wilayah agar bisa meredam penularan Covid19.

Jumlah kematian akibat Covid19 terus meningkat di Inggris. Sejauh ini sudah mencapai 82.000 orang yang tewas dan negara ini menempati urutan kelima didunia dengan angka positif Covid19 mencapai 3 juta jiwa. (And/ist)

Berita Lainnya
.

Pemerintah Bakal Dukung Blended Finance Via Regulasi
Indonesia Kembangkan Potensi Pangan Dan Pertanahan Via THK
Jokowi Ingin Ada Peran Warga Berantas Korupsi
Kadis PUPR Bekasi Bakal Bangun SMKN 4 Ciktim
Kadis PUPR Bakal Panggil Pengembang Terkait Akes Jalan