Peristiwa

Turki Mulai Antipati Dengan WhatsApp Terkait Berbagi Data
And | Rabu,13 Jan 2021 - 21:42:17 WIB | dibaca: 64 pembaca

Ilustrasi Gambar/foto ist Andre citypost

CityPost – Kebijakan baru platform pesan dan video komunikasi WhatsApp yang mewajibkan dan memaksa para penggunanya berbagi data dengan Facebook saat ini menjadi perhatian serius dari berbagai masyarakat dunia.

Bahkan kebijakan yang rentan akan bocornya data pengguna ini mulai ditanggapi oleh pihak otoritas Turki dengan melakukan penyelidikan atas keputusan pihak WhatsApp yang akan membagikan data para penggunanya kepada Facebook.

Diketahui, keputusan WhatsApp itu mulai meresahkan para penggunanya sejak minggu lalu. Aplikasi pesan terenkripsi itu memaksa satu miliar penggunanya didunia, diluar Eropa dan Inggris untuk menyetujui syarat yang ditentukan agar berbagi data dengan Facebook jika ingin menggunakan platform WhatsApp. Mereka yang tidak setuju tidak akan lagi bisa mengakses WhatsApp pada 8 Februari 2021 mendatang.

Bukan hanya masyarakat biasa, pihak Turki melalui sejumlah lembaga negara dan kantor media Presiden Recep Tayyip Erdogan juga saat ini sudah menyikapinya. Mereka beramai-ramai mulai beralih dari WhatsApp ke layanan pesan telekomunikasi Turkcell, BiP.

Pihak Turki saat ini mendesak WhatsApp untuk menangguhkan persyaratan berbagi data pengguna dengan Facebook pasalnya menurut pakar teknologi aturan itu nantinya akan mengikat secara hukum.

Sejauh ini belum diketahui bagaimana pihak WhatsApp akan menangguhkan persyaratan yang sudah mereka sebar kesemua penggunanya, sedangkan pihak facebook belum mau berkomentar atas masalah itu.

Banyak yang berpendapat saat ini Facebook akan mengkomersilkan WhatsApp dengan mengizinkan bisnis mereka terhubung dengan platform pesan WhatsApp.

Diketahui, sejak WhatsApp memaksa para penggunanya mengikuti aturan berbagi data, sudah banyak para pengguna WhatsApp yang beralih ke platform serupa seperti Telegram dan Signal yang didirikan oleh pengusaha Rusia Pavel Durov.

Bahkan platform milik Turki, BiP dalam kurum waktu 48 jam sudah mendapatkan dua juta pengguna dari mereka yang sebelumnya menggunakan WhatsApp. (And/ist)

Berita Lainnya
.

Presiden Jokowi Titip Surat Ke Xi Jinping Via Jusuf Kalla
Kuba Mulai Kecam AS Minta Bukti Terkait Venezuela
Presiden Prancis Bakal Potong Pajak Pekerja
Joe Biden Siap Tantang Donal Trump Di Pilpres 2020
AS Kecam Myanmar Terkait Penahanan Dua Wartawan Reuters