Tokoh

Trump Bilang Pemakzulan Dirinya Bisa Picu Kemarahan Besar
And | Rabu,13 Jan 2021 - 21:45:06 WIB | dibaca: 57 pembaca

Presiden Amerika Serikat Donald Trump/ foto ist SSV youtube Insider News

CityPost – Rencana pemakzulan dan adanya dakwaan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump usai dituding menghasut para pendukungnya hingga mereka menyerbu dan berbuat kerusuhan di Gedung Capitol yang telah menewaskan lima orang, terus mencuat kepublik.

Sementara itu, menanggapi rencana dakwaan dan pemakzulan itu, Donald Trump menegaskan bahwa semua upaya itu hanya akan membuat dan memicu kemarahan yang luar biasa. Bahkan Trump mengaku tidak mau disalahkan jika kekerasan itu benar terjadi.

Penegasan itu disampaikan Trump pada Seladsa (12/1) lalu, dimana dia mengatakan ada upaya untuk mendakwa dan memakzulkan dirinya usai dituding menghasut kerusuhan Capitol pada minggu lalu.

Trump mengatakan, misi pemakzulan merupakan kelanjutan dari perburuan penyihir terbesar dalam sejarah politik.

“Saya pikir itu menyebabkan kemarahan yang luar biasa,” ucap Trump dihadapan awak media saat berada dihalaman selatan Gedung Putih.

Sementara itu, saat berada di landasan Pangkalan Bersama Andrews di Maryland, Trump membantah telah melakukan hasutan atas kerusuhan di Capitol. Menurutnya, itu salah paham atas kata-kata terakhir dalam pidatonya.

“Mereka telah menganalisis pidato saya dan kata-kata saya dan paragraf terakhir saya, kalimat terakhir saya, dan semua orang di tee berpikir itu benar-benar tepat,” ujar Trump.

Seperti yang dilansir melalui New York Post (NYP) dilaporkan bahwa pada saat kerusuhan terjadi di Gedung Capitol, empat pendukung Trump dan satu orang polisi tewas. Peristiwa itu dipicu oleh pidato Donald Trump yang pada saat itu menyebutkan bahwa dia mendesak ribuan pendukungnya untuk membujuk legislator agar membatalkan kemenangan Presiden terpilih Joe Biden.

Kemarahan dan kerusuhan yang diciptakan para pendukung Trump itu sempat menggangu jalannya pengesahan kemenangan Biden. Namun tidak bisa mencegah kemenangan itu pasalnya Kongres terus bekerja dan mensahkan kemenangan Biden dan Harris.

“Saya belum pernah melihat kemarahan seperti yang saya lihat sekarang dan itu adalah hal yang mengerikan, hal yang mengerikan. Dan anda harus selalu menghindari kekerasan dan kami memiliki dukungan yang luar biasa. Kami mendapat dukungan, mungkin tidak seperti yang pernah dilihat orang lain sebelumnya. Harus selalu menghindari kekerasan,” ujar Trump.

Dari tempat berbeda, Ketua DPR Nancy Pelosi, akan memulai rencananya untuk memakzulkan Trump melalui proses pemungutan suara yang digelar pada Rabu (13/1) hari ini. Namun, Senat tidak akan mengadakan persidangan Trump sampai dia meninggalkan jabatannya pada 20 Januari 2021 mendatang. Tetapi jika Trump dinyatakan bersalah dalam badan yang dipimpin oleh Demokrat maka Trump bisa dilarang menjabat lagi. (And/ist)

Berita Lainnya
.

Warga China Serukan Boikot Produk AS
Malaysia Bakal Kirim Tonase Sampah Plastik Kenegara Asal
Emma Sri Martini Jadi Direktur Utama PT Telkomsel
Kemenhub - KAI Gelar Program Angkut Motor Gratis
Prabowo Berkunjung ke Dubai dan Austria Untuk Urusan Bisnis