Mikro

Teten:Negara Besar Majukan Sektor Pertanian Via Koperasi
Agus | Rabu,13 Jan 2021 - 21:59:13 WIB | dibaca: 54 pembaca

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki/foto Agus citypost

Jakarta, CityPost – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki tengah menyerukan pentingnya keberadaan Koperasi sebagai wadah untuk memajukan sektor pertanian. Hal ini dilandasi atas keberhasilan yang dicapai oleh negara-negara besar seperti Eropa dan Australia yang sudah mengimplementasikan ditengah masyarakat.

Seruan itu disampaikan Teten saat menerima audiensi dengan para Pemuda Tani HKTI yang dilakukan secara daring pada Selasa (12/1) lalu.

“Oleh karena itu, kami mendorong kelembagaan petani, peternak dan pembudidayaa ikan, tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Melainkan berjalan bersama dengan cara membuat kelembagaan bisnis yang lebih besar dalam bentuk koperasi,” jelas Teten.

Terkait wadah koperasi itu sendiri, kata Teten, yang tak kalah pentingnya adalah produk pertanian yang harus dibuat dengan mengikuti keinginan pasar. Sehingga nantinya produk yang diciptakan menjadi ekonomis dan efisien.

“Kita punya komoditas yang dilirik negara lain, yakni buah tropic seperti pisang, manggis, nanas dan buah lainnya yang harus kita kembangkan. Kita harus fokus disitu agar potensi seperti ini dapat kita kembangkan,” ujarnya.

Mantan peneliti ICM ini juga menilai dalam membangun elaborasi koperasi dan pertanian, perlu adanya konsolidasi lahan petani dengan pola penggabungan kedalam koperasi agar bisa menciptakan konsep lahan rakyat.

Nantinya, menurut Teten, jika model seperti in bisa dikonsolidasikan untuk lahan padi seluas 100 hektar, jagung 100 hektar dan buat tropic mencapai 400 hektar maka bisa memudahkan sektor pembiayaan masuk. Salah satunya seperti program KUR bagi petani.

“Koperasi juga dapat menjadi avalis dan offtaker bagi petani. Koperasi dapat menyerap produk petani terlebih dahulu, lalu menjual kembali kepada buyer atau market yang lebih luas lagi,” tukasnya.

Teten mengatakan, koperasi dalam hal ini bertugas untuk menjadi offtaker, karena dengan para petani berkoperasi, mereka dapat dibina agar mengetahui standar produknya seperti apa. "Dari segi pembiayaan, koperasi yang dibentuk para petani, bisa mendapatkan bantuan pembiayaan dari LPDB," imbuh MenKopUKM.

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum Pemuda Tani Rina Saadah mengatakan, tujuan audiensi yang dilaksanakan adalah agar para perwakilan pengurus Pemuda Tani yang tersebar di seluruh Indonesia dapat bertukar fikiran dan mendapat arahan dari Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, terkait kemajuan dan pencapaian Himpunan Pemuda Tani di Indonesia.

“Ke depan kami ingin mensinergikan program Kementerian Koperasi dan UKM dengan Pemuda Tani HKTI. Seperti di bidang peternakan yang sudah kami lakukan bekerjasama dengan Tani Hub, yang masih dalam skala kecil dan menengah,” pungkas Rina. (Agus)

Berita Lainnya
.

Cegah Politik Uang Merajalela di Munaslub Golkar, Komite Etik Diminta Bekerja Maksimal
Singapura klarifikasi soal perjanjian ekstradisi dengan RI
Mau Menumpang Mobil Otonom Google?
Tandatangani Kontrak 2 Tahun, Vinales Resmi Bergabung dengan Yamaha
Gadis 16 Tahun Diperkosa 113 Pria, Termasuk Polisi, Selama 2 Tahun