Hukum

Dirut RS Ummi Ditetapkan Sebagai Tersangka Terkait HRS
Chan | Selasa,12 Jan 2021 - 23:27:28 WIB | dibaca: 46 pembaca

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Andi Rian Djajadi/foto ist SSV youtube Medanku TV

Jakarta, CityPost – Direktur Utama RS Ummi Andi Tatat saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus tes swab Covid19 Habib Rizieq Shihab. Penyidik menilai Ummi tidak transparan terkait informasi saat merawat HRS.

Penetapan status tersangka itu disampaikan oleh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Andi Rian Djajadi pada Selasa (12/1).

Andi mengatakan RS Ummi sebagai Rumah Sakit rujukan harusnya memberikan informasi detail kepada Satuan Tugas (Satgas) Covid19 terkait hasil pemeriksaan tes swab Covid19 dari Habib Rizieq Shihab. Dia menilai RS Ummi abai dari tanggungjawab dalam mengelola rumah sakitnya.

“Kan kena dia, penanggung jawab disitu. Rumah Sakit Ummi itu rumah sakit rujukan Covid. Ada kewajiban yang harus dia (Andi Tatat) laksanakan terhadap gugus tugas. Kalau memang dia tidak mau kerjasama ya jangan jadi rumah sakit rujukan,” tegas Andi.

Sementara itu, penetapan status tersangka bukan hanya bagi Dirut RS Ummi, menantu HRS, Muhammad Hanif Alatas juga saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka karena dinilai tidak kooperatif dengan petugas dan tidak mau memberikan data atau informasi terkait hasil swab HRS.

Diketahui, sejauh ini Penyidik Bareskrim Mabes Polri telah menetapkan tiga orang tersangka terkait permasalahan hasil pemeriksaan test swab HRS, antara lain, Hanif Alatas, Andi Tatat dan Habib Rizieq Shihab itu sendiri. (Chan/ist)

Berita Lainnya
.

Upacara Pemakaman Diserang 65 Orang Tewas Ditempat
Jepang Meminta Korsel Lanjutkan GSOMIA
Trump Bakal Mengganti Direktur Intelijen AS
Kaisar Naruhito Dan Permaisuri Hadiri Simposium Dunia
Menhan Mulai Angkat Bicara Tanggapi Kasus Kivlan Zen