Umum

Arief Budiman Dilengserkan Dari Kursi Ketua KPU
Chan | Kamis,14 Jan 2021 - 01:27:53 WIB | dibaca: 58 pembaca

Ketua KPU Arief Budiman/foto ist SSV youtube Beritasatu

Jakarta, CityPost – Ketua KPU Arief Budiman saat ini tengah diberhentikan dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dengan dasar Keputusan Sidang Etik putusan perkara Nomor 123-PKE-DKPP/X/2020.

Dalam putusan itu, pihak DKPP menyatakan bahwa Arief Budiman terbukti melanggar etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu saat mendampingi Komisioner Evi Novinda Ginting melayangkan gugatan keputusan Presiden Joko Widodo yang memberhentikannya ke PTUN Jakarta.

“Menjatuhkan sanksi peringatan keras terakhir dan pemberhentian dari jabatan Ketua KPU kepada teradu Arief Budiman selaku Ketua KPU RI,’ tulis salinan putusan sidang etik DKPP pada Rabu (13/1).

Disebut kan, Arief diadukan oleh Jupri yang mempermasalahkan keberadaan surat KPU Nomor 665/SDM.13.SD/05/KPU/VIII/2020 tanggal 18 Agustus 2020 terbitan Ketua KPU terkait aktivasi kembalinya Evi  Novinda Ginting sebagai Komisioner KPU.

Evi sendiri sebelumnya diberhentikan oleh Jokowi melalui surat pemecatan karena diduga melanggar kode etik tentang suara pada proses Pemilihan Legislatif tahun 2019 Lalu. Usai dipecat, Evi kemudian menggugat surat pemecatan presiden melalui PTUN.

Pada 23 Juli 2020 gugatan Evi dikabulkan dan surat pemecatan terhadap dirinya dibatalkan, disebutkan akhirnya Agustus 2020 lalu, Evi kembali bertugas menjadi Komisioner KPU.

Sementara itu, Arief Budiman sejauh ini membantah telah melakukan pelanggaran dan kejahatan seperti yang dituduhkan kepada dirinya.

“Saya tidak pernah melakukan pelanggaran dan kejahatan yang menciderai integritas pemilu,” tegas Arief di Jakarta pada Rabu (13/1).

Bahkan terkait pemberhentian dirinya, Arief mengaku belum menerima salinan putusan DKPP, oleh karenanya belum melakukan tindakan apapun. Namun, ketua KPU ini menegaskan bakal mengambil sikap setelah mempelajari putusan DKPP.

“Secara resmi biasanya kita dikirimi hard copy. Nah, kita tunggu, kita pelajari, barulah nanti bersikap kita mau ngapain,” pungkasnya. (Chan/ist)

Berita Lainnya
.

PKS Usulkan Dua Nama Wagub DKI Jakarta Pengganti Sandiaga
Roadmap Ekonomi Syariah Ditargetkan Selesai Akhir 2018
China Tertarik Investasi Pefilman di Indonesia
Punya Koleksi Terbanyak, Indonesia Jadi Pusat Kayu Dunia
WICSF 2018 Tawarkan Berbagai Diskon Menarik