Tokoh

Navalny Langsung Ditahan Usai Tiba Di Rusia
And | Senin,18 Jan 2021 - 17:51:11 WIB | dibaca: 78 pembaca

Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny/foto ist SSV youtube Al Jazeera English

CityPost – Pemimpin oposisi Alexei Navalny kembali ditangkap dan ditahan oleh kepolisian setempat setibanya di Bandara Moskow usai terbang dari Jerman untuk penyembuhan medis terkait racun yang ada ditubuhnya.

Navalny akhirnya memutuskan kembali ke Rusia setelah pada Agustus lalu terkena racun Novichok dan hampir membunuhnya. Dia sebelumnya menjalani perawatan medis di Jerman.

Pemimpin oposisi yang kerap melayangkan kritik pedas terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin itu ditangkap pada Minggu (17/1) lalu, dimana saat dia menunjukkan paspornya kepada penjaga perbatasan, petugas langsung menahannya sebelum masuk secara resmi ke Rusia.

Informasi itu diperoleh melalui saksi mata dan dilansir dari Reuters seraya menyebutkan istri Navalny, Yulia, juru bicaranya, dan pengacara masih diperbolehkan masuk ke Rusia.

Penahanan Navalny menurut keterangan resmi pihak Dinas Penjara Moskow (FSIN) dikarenakan sosok itu telah melakukan dugaan pelanggaran hukuman penjara yang sebelumnya sempat ditangguhkan hingga persidangan dipengadilan yang akan digelar pada akhir bulan ini. Pengadilan itulah yang nantinya akan memutuskan apakah hukuman penangguhan bisa dialihkan menjadi hukuman penjara atau tidak.

Seperti yang dilansir melalui Al Jazeera disebutkan, Navalny bisa dijerat dengan hukuman penjara selama 3,5 tahun karena dugaan pelanggaran ketentuan hukuman penjara yang ditangguhkan. Hal inilah yang kemudian menurut analis bisa memicu gelombang kritik dari negara Barat yang diketahui tengah memberikan dukungan kepada Navalny.

Penangkapan Navalny itu sendiri dilakukan setelah pihak berwenang Rusia mengalihkan pesawat yang ditumpanginya dari Berlin ke Moskow. Upaya ini dilakukan untuk menghindari konsentrasi massa para pendukungnya dan wartawan yang akan meliput kedatangannya. (And/ist)

Berita Lainnya
.

Uni Eropa Serukan Embargo Senjata Bagi Arab Saudi
Yaman Sepakat Dialog Petukaran Tahanan Dengan Mediasi PBB
Pemilihan Ketua WTO Libatkan Tiga Sosok Wanita Tangguh
Bangsamoro Mengais Bantuan Internasional Hadapi Pandemi
Rusia Bantah Peracunan Navalny Minta Bukti Nyata