Tokoh

Biden Bakal Cabut Larangan Muslim Bentukan Trump
And | Senin,18 Jan 2021 - 18:06:46 WIB | dibaca: 88 pembaca

Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden/foto ist SSV youtube BBC

CityPost – Sebuah kebijakan larangan yang dinilai mendiskreditkan dan mendiskriminasi Muslim minoritas di Amerika Serikat yang dibentuk dan diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, akan segera dicabut dan dibatalkan oleh Presiden AS terpilih Joe Biden.

Biden mengatakan pihaknya akan mencabung larangan Muslim itu pada saat dirinya dilantik. larangan perjalanan kontroversial dibeberapa negara yang mayoritas berpenduduk Muslim.

Informasi itu disampaikan oleh Kepala Staf Gedung Putih yang baru, Ron Klain pada Sabtu (16/1) lalu. Dia mengatakan pemerintahan Biden akan meluncurkan serentetan pembalikan kebijakan yang pernah diterapkan oleh Trump selama 10 hari pertama menjabat.

Rangkaian kebijakan yang akan diganti dan dirubah adalah kebijakan pencegahan virus corona baru, bergabung kembali dengan perjanjian perubahan iklim Paris dan undang-undang imigrasi yang memungkinkan jutaan orang untuk mendapatkan kewarganegaraan AS.

Seperti yang dilansir Al Jazeera, disebutkan, Kebijakan kontroversi yang dibuat oleh Trump pada 2017 adalah sebuah perintah eksekutif yang melarang para pelancong dari tujuh negara mayoritas Muslim masuk kedalam negara Amerika Serikat. Kendati sudah digugat melalui Mahkamah Agung AS pada 2018, Trump kerap membuat ulang dan menerbitkan aturan itu kembali.

Bahkan, analis menyebutkan kebijakan Trump sebagai “Racun Kebencian” yang sebenarnya mudah dipatahkan karena hanya berlandaskan pada perintah eksekutif dan permintaan presiden.

“Sebagai presiden, saya akan bekerjasama dengan anda untuk merobek racun kebencian dari masyarakat kita untuk menghormati kontribusi anda dan mencari ide-ide anda. Pemerintah saya akan terlihat seperti Amerika, dengan Muslim Amerika melayani disetiap tingkatan,” tegas Joe Biden.

Al Jazeera melaporkan bahwa, pembalikan aturan yang akan dilakukan Biden meliputi, perpanjangan batas terkait pandemi pada penggusuran dan pembayaran pinjaman siswa, penerapan mandat topeng diproperti federal dan perjalanan antar negara. Semua demi solusi untuk menyatukan kembali anak-anak imigran yang terpisah dan dipisahkan dari keluarga mereka. Tulis memo yang dibuat oleh Biden.

Pada kepemimpinannya nanti, Biden menyampaikan pihaknya juga akan mengajukan undang-undang baru dalam memberikan naturalisasi terhadap 11 juta orang yang tidak berdokumen untuk bisa tinggal di negara Amerika Serikat. Selain itu, 100 juta orang akan divaksin dalam 100 hari pertama dirinya menjabat. (And/ist)

Berita Lainnya
.

Pemilu 2019 Berhasil Namun Perlu Dievaluasi
Anies Terbitkan Pergub Pembebasan PBB Bagi Para Guru
Bamsoet Ucapkan Belasungkawa Untuk Petugas KPPS Yang Tewas
PKS Kecam Aksi Israel Hancurkan Gaza di Awal Ramadhan
San Francisco Larang Penggunaan Teknologi Pengenal Wajah