Peristiwa

Militer Myanmar Dicap Pengecut Usai Tembak Mati Demonstran
And | Senin,29 Mar 2021 - 23:28:40 WIB | dibaca: 80 pembaca

Aparat Keamanan bentrok dengan demonstran Myanmar/foto ist SSV youtube WION

CityPost – Aksi brutal aparat keamanan Myanmar saat ini sudah menjadi perhatian serius dari PBB. Mereka terus mengecam kelompok aparat keamanan yang telah menewaskan 114 orang dalam seharinya pada akhir pekan lalu.

Kecaman itu disampaikan langsung oleh Penasehat Khusus PBB untuk Pencegahan Genosida, Alice Wairimu Nderitu dan Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Michelle Bachelet.

Kedua pejabat tinggi itu lantas menggelar pernyataan bersama dan mengecam kekerasan serta penggunaan senjata mematikan yang dilakukan militer Myanmar dalam menghadapi demonstran. Bahkan militer Myanmar dituding telah melanggar HAM sejak Kudeta berlangsung pada 1 Februari 2021 lalu dengan aksi kebrutalan yang sistematis.

Para pejabat itu juga mengecap aparat keamanan Myanmar sebagai sosok pengecut yang memalukan karena menghadapi warga sipil dan demonstran damai secara brutal. Mereka juga merekam secara acak aksi saat menembaki warga termasuk menghabisi anak-anak.

“Situasi seperti ini juga membuat kelompok etnis dan pemeluk agama minoritas di Myanmar, termasuk Rohingya semakin berbahaya,” tulis pernyataan kedua pejabat PBB tersebut seperti yang dilansir melalui Reuters

Baik Alice maupun Michelle saat ini mendesak dunia untuk ikut bertanggungjawab dan segera mengambil tindakan agar penduduk Myanmar bisa dilindungi dari aksi kejam penguasa militer saat ini. (And/ist)

Berita Lainnya
.

Pemudik Asal NTT Melahirkan Diatas Kapal Laut
Ade Komarudin Akan Diperiksa KPK
Muslim Indonesia Sumbangkan 14.000 Liter Solar Untuk Gaza
Dishub DKI Sediakan 563 Bus Tambahan Untuk Mudik
Istri Gubernur Bengkulu Ditangkap KPK