Peristiwa

Aksi Myanmar Berlanjut Kendati Banyak Korban Tewas
And | Senin,29 Mar 2021 - 23:37:30 WIB | dibaca: 73 pembaca

Aksi Demonstrasi di Myanmar/foto ist SSV youtube DW News

CityPost – Para demonstran Myanmar masih tetap melanjutkan aksi mereka menolak kudeta militer kendati banyaknya laporan tentang pembunuhan yang menimpa para pengunjuk rasa. Sejauh ini sudah ada 114 orang yang tewas dalam laporan sejak kudeta pada 1 Februari 2021 berlangsung.

Laporan kematian dan aksi beringas aparat sepertinya tak menyurutkan para demonstran untuk tetap menggelar aksi protes demi mencapai demokrasi dan meruntuhkan rezim militer.

Disebutkan pada aksi Senin (29/3) hari ini ada seorang pria yang kembali tewas dan sejumlah lainnya ketika pasukan keamanan kembali menembaki sebuah lingkungan.

Informasi itu diperoleh dari media setempat dan seorang saksi mata dilokasi kejadian. Thiha Soe menyampaikan semua apa yang dilihatnya kepada Reuters. Dia mengatakan pria itu tewas ditembak kepalanya dan mereka menembaki semua yang ada dijalan, bahkan termasuk kelompok palang merah.

“Dia ditembak dikepala. Mereka menembaki semua yang ada dijalan, bahkan tim palang merah, ini masih berlangsung saat saya berbicara dengan anda,” ucap Soe kepada Reuters.

Sejauh ini, polisi dan juru bicara militer masih enggan berkomentar dan pihak palang merah mengaku akan mempelajari laporan penembakan tersebut.

Sementara itu, seperti yang dilansir melalui Al Jazeera, seorang penduduk melaporkan ada dua orang yang tewas di distrik Yangon ketika pasukan keamanan sedang bergerak menyisir lokasi untuk membersihkan barikade demonstran.

“Kami dapat memastikan dua orang terbunuh dilingkungan kami. Sekitar 15 anggota pasukan keamanan datang dan menembaki sekeliling,” ungkap seorang warga bernama Win dari lingkungan Dagon Selatan seraya mengatakan aparat menggunakan granat untuk membersihkan barikade.

Selain itu, ada juga laporan memilukan yang dirilis oleh kelompok Advokasi Asosiasi Pendamping untuk Tahanan Politik. Mereka menyebutkan ada sebanyak 462 orang warga sipil yang tewas sejak kudeta berlangsung di Myanmar. (And/ist)

Berita Lainnya
.

Istri Netanyahu Jalani Sidang Perdana Kasus Penipuan
Diminta Berhenti, UNRWA Tegas Lanjutkan Misinya Di Yerusalem
Gempa Haiti Tewaskan 11 Orang Warga
Bertemu Kim, Pompeo Akan Bahas Denuklirisasi
Banyak Musisi Inggris Menolak Brexit