Peristiwa

Pelapor PBB Minta Dunia Mengisolasi Militer Myanmar
And | Senin,29 Mar 2021 - 23:39:14 WIB | dibaca: 83 pembaca

Aksi demonstrasi tolak kudeta militer di Myanmar/foto ist SSV youtube CNA

CityPost – Aksi pembunuhan dan tragedi berdarah yang terjadi di Myanmar usai kudeta berlangsung, menjadi sebuah peristiwa yang mengerikan. Keberingasan aparat yang menembaki warga dan demonstran dengan keji jadi laporan dari utusan PBB.

Pelapor Khusu PBB untuk Myanmar Tom Andrews mengatakan tentara telah melakukan pembunuhan massal dan karena itu dia meminta dunia untuk mengisolasi militer serta memblokir akses persenjataannya.

Disampaikan, kritik pedas, kecaman dan sejumlah sanksi yang dijatuhkan oleh negara-negara Barat, Amerika Serikat, Inggris, Jerman dan Uni Eropa tidak berpengaruh kepada para jenderal yang ada dipucuk pimpinan.

Untuk itu diperlukan tindakan lebih tegas dan proaktif dari para pemimpin dunia agar warga Myanmar bisa terselamatkan.

Senada dengan Tom, Penasehat Khusus PBB untuk Pencegahan Genosida, Alice Wairimu Nderitu dan Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Michelle Bachelet juga melayangkan kecaman yang sama.

Kedua pejabat tinggi itu lantas menggelar pernyataan bersama dan mengecam kekerasan serta penggunaan senjata mematikan yang dilakukan militer Myanmar dalam menghadapi demonstran. Bahkan militer Myanmar dituding telah melanggar HAM sejak Kudeta berlangsung pada 1 Februari 2021 lalu dengan aksi kebrutalan yang sistematis.

Para pejabat itu juga mengecap aparat keamanan Myanmar sebagai sosok pengecut yang memalukan karena menghadapi warga sipil dan demonstran damai secara brutal. Mereka juga merekam secara acak aksi saat menembaki warga termasuk menghabisi anak-anak.

“Situasi seperti ini juga membuat kelompok etnis dan pemeluk agama minoritas di Myanmar, termasuk Rohingya semakin berbahaya,” tulis pernyataan kedua pejabat PBB tersebut seperti yang dilansir melalui Reuters

Baik Alice maupun Michelle saat ini mendesak dunia untuk ikut bertanggungjawab dan segera mengambil tindakan agar penduduk Myanmar bisa dilindungi dari aksi kejam penguasa militer saat ini. (And/ist)

Berita Lainnya
.

Pembuang Bayi ke Kloset Bandara Terancam Penjara 12 Tahun
Bulan Buatan Akan Terangi Kota di China
SPC Mobile, Luncurkan Hyphone Untuk Generasi Z
Aktris Senior Titi Qadarsih Wafat
Bocoran Ponsel Lipat Android Samsung Muncul di Internet