Opini

CONNECTING THE DOTS Skill Terpnting Pada Era Milenial.
Penulis:Puguh Ir (Pengamat) | Sabtu,17 Apr 2021 - 16:56:42 WIB | dibaca: 53 pembaca

Ir Puguh/foto ist Eko

Connecting the dots adalah suatu konsep yang dipopulerkan oleh Steve Jobs, pembaharu teknologi perangkat komputer yang tidak hanya canggih tetapi tampil estetik. Dia juga pionir revolusi microcomputer bermetamorfosis menjadi mobile devices serta tablets.

Steve Jobs merupakan pembaharu teknologi yang berani memperkenalkan sebuah perangkat komputer yang tidak hanya canggih tapi juga tampil estetik. Dia pulalah pionir revolusi microcomputer yang selanjutnya diaplikasikan dalam mobile devices ataupun tablet.

Dalam perjalanan hidupnya, setelah satu semester di Universitas Stanford, Steve merasa bersalah karena memilih universitas dengan biaya mahal. Steve merasa tidak memperoleh manfaat dari kuliah yang dijalaninya itu kecuali hanya menghabiskan tabungan orang tua angkatnya. Akhirnya Steve memilih untuk drop out,  kemudian melanjutkan mengambil kelas kaligrafi di Reed College, belajar desain seni huruf indah, kombinasi huruf, hingga tipografi.

10 tahun kemudian, ketika membuat desain komputer Macintosh pertama kali, Jobs menerapkan kemampuan seni tipografinya. Mulailah sejarah baru, komputer dengan desain tipografi indah.

Steve menyimpulkan, bahwa rangkaian kejadian hidupnya tidak mungkin dimaknai saat dia menjalani kuliah, tetapi menjadi titik-titik penuh makna saat dirangkai pada tahun-tahun berikutnya.

'You can’t connect the dots looking forward, yau can only connect them looking backward."

Steve berhasil menghubungkan rangkaian titik-titik peristiwa yang terjadi pada pengalaman hidupnya menjadi kekuatan yang sangat besar.

Dengan konsep Connecting the Dots, Steve Jobs sukses menjadi CEO dan pendiri Apple Inc. , ketua dan pemegang saham mayoritas Pixar, anggota dewan direksi The Walt Disney Company dan pendiri sekaligus CEO NeXT.

Connecting the dots ini mengalami perkembangan selaras dengan kecepatan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat pada era milenial ini. Sistem manajemen basis data yang menjadi semakin canggih, mempermudah untuk menghubungkan berbagai titik peristiwa dan juga titik-titik kaidah terkait jenis peristiwa tersebut. Perkembangan teknologi internet mampu menghubungkan antar basis data untuk melakukan berbagai analisis sesuai kebutuhan.

Connecting the dots, menghubungkan berbagai hal yang terjadi sesuai dimensi waktu dilanjuti menghubungkan berbagai rangkaian data sesuai dimensi ruang.

Sesuai sunatullah, setiap manusia memiliki kekuatan berdasar titik-titik bakat dan pengalamannya. Menghubungkan titik-titik tersebut akan menjadikan sumber daya manusia yang lebih kuat. Menghubungkan titik-titik kemampuan sumber daya manusia akan menumbuhkan kekuatan jejaring dan komunitas. Menghubungkan titik-titik komunitas tentu akan menjadi kekuatan bersama yang sangat besar untuk menghasilkan solusi berbagai masalah kehidupan umat manusia.

"The most important skill in the future will be the ability to connect the dots in your own way!", kata Fabio Moioli Head of Microsoft Consulting and Services.

Connecting talents, connecting resources, connecting opportunity, keniscayaan untuk mampu unggul bersaing pada masa-masa mendatang.

Berita Lainnya
.

Kelemahan Protokol Wi-Fi Rentan Terinfeksi Malware
Jalur Feri Rusia-Korea Utara Kembali Beroperasi
Serangan Drone AS Tewaskan Gerilyawan Afghanistan
Rusia Berencana Gunakan Mata Uang Digital
Nigeria Rilis Temuan Penyakit Langka Monkeypox