Tokoh

Pemimpin Militer Myanmar Klaim Bakal hadir Di KTT Asean
And | Rabu,21 Apr 2021 - 01:10:57 WIB | dibaca: 50 pembaca

Kepala pemerintahan Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing/foto ist SSV Youtube BBC News

CityPost – Kepala pemerintahan Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing menyatakan bakal menghadiri KTT Asean yang akan diselenggarakan di Indonesia pada minggu depan ditengah pergolakan dinegaranya terkait aksi kudeta yang dilakukan pada 1 Februari lalu.

Kedatangan Hlaing ke Indonesia untuk menghadiri pertemuan puncak Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara akan menjadi perjalanan pertamanya sejak dia memimpin Myanmar melalui aksi kudeta pemerintahan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi.

Sejauh ini, berbagai pemberitaan internasional masih terus menyoroti pergolakan dan tragedi berdarah yang terjadi di Myanmar dimana bentrokan antara demonstran penolak kudeta dengan aparat keamanan terus bergulir.

Kelompok aktivis menyebutkan bahwa pasukan keamanan telah membunuh 728 orang demonstran pro demokrasi dalam upaya menghancurkan berbagai aksi protes anti kudeta nasional. Bahkan dalam aksi kekerasan terakhir, pasukan keamanan menembak dan membunuh dua pengunjuk rasa di Kota Tambang Batu Rubi Mogok, seperti yang disampaikan dari kesaksian penduduk setempat dan dilansir melalui Reuters.

Sementara itu terkait KTT Asean, pada Sabtu lalu juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand Tanee Sangrat mengatakan bahwa ada beberapa pemimpin dari 10 negara ASEAN termasuk Min Aung Hlaing sudah mengkonfirmasi kehadiran mereka pada pertemuan 24 April 2021 di Jakarta.

Diketahui, Departemen Penjara mengatakan pada Sabtu minggu lalu seiring dirayakannya Tahun Baru Myanmar, pemerintahan militer telah membebaskan 23.184 tahanan dari penjara diseluruh negeri dibawah amnesti Tahun baru.

“Para tahanan (yang dibebaskan) ini kebanyakan dari sebelum 1 Februari tetapi ada juga beberapa yang dipenjara setelahnya,” ungkap Juru Bicara Departemen Penjara Kyaw Tun Oo.

Diberitakan, sejak militer berhasil mengkudeta pemerintahan sipil, pemberontakan sipil terus terjadi di Myanmar. Aksi-aksi unjuk rasa besar terus terjadi melibatkan ratusan ribu demonstran pro demokrasi yang anti kudeta.

Perebutan kekuasaan militer itu juga telah memicu bentrokan antara militer dengan kelompok etnis bersenjata diwilayah utara dan timur Myanmar.

Kendati sudah banyak korban berjatuhan, pihak militer sejauh ini masih terus mempertahankan kudeta yang mereka lakukan dan tetap menjalankan pemerintahan dengan dasar pemilihan umum yang dilakukan pada November sarat kecurangan. (And/ist)

Berita Lainnya
.

Warga Sibolga Digegerkan Ledakan Diduga Bom
Usai Masuk Toilet, Siswi SD Ditemukan Tak Bernyawa
Idrus Akui Suruh Eni Minta Uang ke Bos Blackgold
Angkasa Pura II Sebut Pembayaran Lahan Masih Konsinyasi
Antisipasi Caleg Stres, RSUD Siapkan Tempat Penampungan