Umum

Kritisi Palestina, Ketum MUI Diprotes Tim Pembela Ulama
Chan | Sabtu,15 Mei 2021 - 08:09:33 WIB | dibaca: 1281 pembaca

Ketua Umum TPUA Prof. DR. Eggi Sudjana, S.H, M.Si/foto ist SSV Youtube Kompas TV

Jakarta, CityPost – Komentar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Miftachul Akhyar terkait kritikannya terhadap Palestina yang diminta untuk introspeksi diri kini mendapat protes keras dari Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA).

Ketua Umum TPUA Prof. DR. Eggi Sudjana menegaskan bahwa sejak serangan Israel dimulai pada Senin malam, sementara itu Kementerian Kesehatan Gaza mengabarkan setidaknya hingga Jumat (14/5) lalu ada 119 warga Palestina yang meninggal dunia orang, termasuk 27 anak-anak, 11 perempuan dan lebih dari 600 orang cidera usai Jet tempur Israel secara brutal menyerang gedung-gedung bertingkat tinggi dan target lainnya di Jalur Gaza pada hari Kamis (13/5). Serangan itu terjadi saat warga Palestina di daerah kantong yang terkepung bangun untuk menyambut hari raya Idul Fitri di bawah pemboman udara tanpa henti.

Dunia Islam mengecam, bahkan sejumlah umat Islam yang ada di berbagai penjuru dunia baik di Eropa, Afrika maupun di Amerika mengutuk kebiadaban Israel. Di Perancis, warga berkumpul di depan Kementerian Luar Negeri Perancis untuk menyuarakan dukungan bagi Palestina. Hal serupa juga terjadi di Belgrade, Serbia, di Morocco  bahkan di Amerika sejumlah warga berkumpul di Chicago, Illinois, Amerika Serikat, menolak aksi biadab yang dilakukan Israel terhadap Palestina.

Menyikapi hal itu, TPUA dengan tegas menolak komentar pendapatnya Ketua Umum MUI dianggap parah dan menyakitkan umat Islam pasalnya tidak sesuai fakta dan peristiwa sesungguhnya, malahan cenderung bohong.

 “Mestinya MUI itu bicaranya kobarkan semangat perang umat Islam Indonesia melawan Israel yang otomatis itu membantu Palestina. Bukan Palestina suruh evaluasi diri. Dalilnya Surat Al Anfal Ayat 65,” ujar Eggi melalui nota protes resmi yang disampaikan kepada redaksi citypost pada Sabtu (15/5).

Bahkan, aktivis yang kerap membela ulama ini menegaskan seharusnya pihak MUI menyerukan kepada pemerintah agar Indonesia mengirimkan pasukan elit TNI untuk menggempur pasukan IDF Israel. Dia juga meminta MUI introspeksi diri ketimbang bicara yang tidak dikerjakannya.

“Amat besar kebencian disisi Allah bagi orang yang Omdo aja. Maksud Ketua MUI omong persatuan umat Islam tapi tidak ada empatinya dalam bantu rakyat palestina, malah rakyat palestina disuruh introspeksi dirinya,” ujarnya.

Menurut Eggi, apa yang disampaikan juga bertentangan dengan Alinea Pertama UUD 1945 yang menyatakan Penghapusan penjajahan dimuka bumi. Mestinya Ketum MUI Kecam dan kutuk Israel.

“Demo di Chicago, Melbourne, Sidney, Australia  dan dibanyak negara yang memprotes penyerangan Palestina oleh Israel. Apakah ini termakan opini kaum radikal Palestina? Ngeri juga. Bagaimana ya, Ketum MUI kok tidak baca Qu`an!?” sindirnya.

Disebutkan, Surat Al Anfal ayat 65 berbunyi, “Wahai Nabi (Muhammad)! Kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan seribu orang kafir, karena orang-orang kafir itu adalah kaum yang tidak mengerti.”

Eggi menegaskan saat ini pihak TPUA meneguhkan Israel sebagai negara teroris yang sesungguhnya dan selama ini membuat tuduhan teroris atau isu terorisme kepada umat Islam. Padahal umat Islam selalu menjadi korban aksi terorisme.

“Kami mengajak kepada segenap umat Islam, baik dari kalangan para Ulama, Pengusaha, Advokat, Cendekia, Aktivis Pergerakan dan Mahasiswa, buruh tani dan nelayan, untuk bersatu padu memberikan dukungan dan pembelaan kepada rakyat Palestina, baik secara moril, materil maupun spiritual, atas dasar persaudaraan Islam,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya dalam laporan pemberitaan media online democrazy.id, disebutkan bahwa Ketua Umum MUI Miftachul Akhyar mengatakan bahwasanya rakyat palestina perlu introspeksi diri terkait kembalinya penyerangan yang dilakukan zionis Israel di Masjid Al Aqsa dan Gaza.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan diacara Muhasabah  Penghujung Ramadhan Darurat Al Aqsa, Selamatkan Gaza dan rebut kembali Palestina yang digelar secara virtual pada Rabu, 12 Mei 2021 lalu.

“Mungkin bangsa Palestina perlu juga introspeksi kenapa ini terjadi dan umat Islam dunia bagaimana tanggungjawabnya,” ujarnya diacara tersebut.

Mulanya Rais Aam PBNU periode 2018-2020 itu menjelaskan pada dasarnya puasa Ramadhan memberikan kekuatan umat Islam untuk menghadapi segala musuhnya.

Menurutnya inilah yang dimiliki bangsa palestina sejak dulu dimana mereka mampu berdiri kokoh ditanahnya sendiri. Namun saat ini harus terbalik sehingga seperti hidup dinegara lain dan bukan ditanah airnya.

“Kekuatan maknawiyah. Memang jadi pertanyaan besar kenapa bangsa Palestina yang dulu jadi tuan rumah, yang begitu perkasa, tiba-tiba terbalik sekarang,” tuturnya.

Miftachul kemudian menerangkan bahwa pada dasarnya ramadhan dan ibadah puasa yang bisa menjawab permasalahan ini. Pasalnya, puasa sesuai hadist dan nabi memberikan kekuatan dan kemenangan umat islam.

“Puasa adalah praktek jihadun nafs, memerangi hawa nafsu. Kalaulah jihadu ala nafs ini sukses akan melahirkan sebuah kekuatan, sebuah peradaban akhlak yang tidak akan mudah dilumpuhkan siapapun,”

Menurut Miftachul kekuatan persatuan Islam ini sangat diperlukan untuk menyelesaikan masalah di Palestina. Namun bagaimanapun dinegara tersebut juga terdapat dua kelompok yang terus bertikai.

“Ukhuwah islamiyah ini sebuah kekuatan. Kami berharap juga di Palestina, ada dua kelompok yang sampai saat ini terus bertikai, tidak pernah akur. Mohon ini agar bisa mendapatkan sebuah persatuan,” ujar Miftachul Akhyar. (Chan)

Berita Lainnya
.

NCT 127 Umumkan Jadwal Tur Neo City di Eropa
Game BTS World Siap Rilis 26 Juni 2019
Muhammad Syaugi Jadi Komisaris Utama Baru MRT Jakarta
DPR Apresiasi Penanganan Mudik Meski Perlu Dievaluasi
PPP Tetap Beri Bantuan Hukum Untuk Habil Marati